Hal inilah yang membuat Marten tak tenang, hingga merencanakan pembunuhan. Apalagi, komandanya di Korem 023/KS pun sudah mendengar laporan Ayu.
Pada 7 April 2020, Marten menghubungi Samaria Magdalena lewat telepon. Ia bilang ke Samaria, “Maria saya mau menyelesaikan (membunuh) si Ayu, sudah buntu otak”.
Lalu, Samaria menjawab, “Ayo, Bang, yang penting abang sudah yakin. Tapi jumpalah dulu kita.”
Sesudah menelepon Samaria, Marten kemudian menelepon Winda. “Winda, abang mau selesaikan si Ayu”. Lantas Winda pun menjawab, “ayo!”.
Pada tanggal 8 April 2020 sekitar pukul 13:00 WIB, Marten menelepon Winda, meminta bantuan untuk menjemput Samaria di Jalan Kartini, tak jauh dari SMP 2 Pandan, Sibolga.
Pada tanggal 9 April 2020 pukul 11.00 WIB, Marten membeli sebatang besi ulir ukuran 50 sentimeter berdiameter 2 sentimeter seharga Rp30 ribu dari sebuah bengkel bubut di Jalan SB Lase, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas.
Sejam kemudian, besi itu disimpannya di rumah temannya yang bernama Antonius Zebua yang berada di Jalan M. Hajarin, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, tepatnya di dekat SMA Fransiskus.
Marten kemudian meminta Winda dan Samaria mengambil besi itu, sebelum kemudian bersama-sama mereka menuju lokasi pembantaian.
Sebelum membunuh Ayu, Samaria dan Winda sempat makan bersama dan membeli sarung tangan plastik warna coklat di apotek Simpang Sipansihaporas.
Kemudian pada pukul 20.00 WIB di hari yang sama, usai meninjau lokasi yang akan dijadikan tempat eksekusi terhadap Ayu, Samaria dan Winda pulang sebentar ke rumah Samaria. Di sana, Winda memberi Samaria uang Rp2,5 juta sebagai imbalan karena mau membantu membunuh Ayu.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

















