Kamis, 28 Januari 2021
log
Ikuti Kami di :
14 Des 2020
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Setiap memasuki bulan Desember, ada satu perdebatan umat muslim yang seakan tak pernah usai. Yakni, bagaimana sebenarnya hukum mengucapkan Selamat Natal ke teman atau tetangga yang merayakannya? Sebab, hingga kini, ada sejumlah ulama yang saling berbeda pendapat.

Cendekiawan Islam sekaligus pendiri Pusat Studi Quran atau PSQ, Quraish Shihab mengatakan, memberi ucapan Selamat Natal kepada mereka yang merayakan sejatinya tidak apa-apa, alias diperbolehkan. Asalkan, kata dia, ucapan tersebut tak berdampak pada akidah umat muslim yang mengucapkannya.

“Selama akidah Anda tetap terjaga, maka mau ucapkan greeting ‘Selamat Natal’, boleh saja. Bahkan, di Alquran itu ada ucapan Selamat Natal. Sosok yang pertama kali mengucapkannya adalah Isa AS. Dikatakan saat dia lahir, ‘salam sejahtera bagiku pada kelahiranku’. Itu kan Selamat Natal,” ujarnya dikutip dari saluran Youtube Guzz TV.

Quraish memastikan, perdebatan mengenai hukum mengucapkan Selamat Natal hanya berlaku di sejumlah negara di Asia Tenggara. Salah satunya, Indonesia. Sementara di kawasan lain, misalnya Timur Tengah, perdebatan sejenis sudah mulai ditinggalkan.

“Di Mesir, Grand Syekh Al Azhar pergi berkunjung untuk ucapkan Selamat Natal. Kita bergembira dengan kegembiraan mereka, tapi tidak mengganggu akidah kita. Itu boleh. Lakum diinukum wa liya diin. Saya kira itu, saya tidak sependapat dengan mereka yang melarang. Terlalu sempit pikirannya,” tegasnya.

Sisi Baik Mengucapkan Selamat Natal ke Umat Kristiani

Sementara di kesempatan berbeda, dikutip dari saluran Youtube Najwa Shihab, Quraish menyebut, mengucapkan Selamat Natal ke umat Kristiani bukan hanya boleh, melainkan juga bagus atau disarankan. Sebab, kata dia, ikut bahagia saat orang lain merasa bahagia merupakan sikap yang terpuji.

“Kita tidak akan berkata boleh atau tidak, tapi sebenarnya bagus. Bagus kita ikut bergembira dengan kegembiraan siapa pun. Sebab pada prinsipnya, dalam ajaran agama, siapa pun orang itu, dia bisa jadi saudara seiman dengan kita, atau sekemanusiaan dengan kita.”

“ketika dia bergembira, mari kita ikut bergembira. Ketika dia bersedih, mari kita ikut berbelasungkawa. Semua dari kita, Islam, Katholik, Protestan, dan sebagainya, semuanya mengagungkan Nabi Isa. Karena kehadirannya membawa ajaran dari sumber yang sama di mana Nabi Muhammad menerimanya,” kata dia. (RWH/Hops)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x