Giuseppe Garibaldi, Calon Kapal Induk TNI dari Italia yang Siap Perkuat Laut Indonesia

- Publisher

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Giuseppe Garibaldi, Calon Kapal Induk TNI. Foto: Istimewa

Giuseppe Garibaldi, Calon Kapal Induk TNI. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Parade Alutsista dalam peringatan HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025), menjadi sorotan publik setelah menampilkan sederet teknologi militer mutakhir.

Di antara berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru yang dipamerkan, satu nama mencuri perhatian: Giuseppe Garibaldi, kapal induk legendaris asal Italia yang dikabarkan segera berlayar menuju Indonesia.

Langkah pengadaan kapal induk ini menandai babak baru modernisasi kekuatan maritim Indonesia, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam memperkuat pertahanan laut di kawasan Indo-Pasifik.

Akan Segera Tiba di Indonesia

Proses akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi saat ini disebut telah memasuki tahap finalisasi. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memberikan lampu hijau untuk penggunaan pinjaman luar negeri senilai maksimal USD 450 juta, atau sekitar Rp7,47 triliun.

Nilai tersebut setara dengan biaya awal pengadaan Satelit Satria-1, yang kemudian meningkat hingga USD 540 juta. Dengan dana sebesar itu, Indonesia bersiap memiliki salah satu aset laut paling strategis di kawasan Asia Tenggara.

BACA JUGA:  Wajib Pakai MyPertamina Kalau Mau Beli Gas Elpiji

Profil dan Spesifikasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Kapal induk Giuseppe Garibaldi (C551) merupakan karya kebanggaan industri pertahanan Italia. Kapal ini diluncurkan pada 11 Juni 1983 dan resmi dipensiunkan pada 1 Oktober 2024 setelah lebih dari empat dekade beroperasi dalam Angkatan Laut Italia.

Berikut spesifikasi utamanya:

  • Tipe Kapal: Aircraft Carrier (kapal induk serbu ringan)
  • Panjang: 180,2 meter
  • Lebar: 33,4 meter
  • Bobot: ±10.100 ton
  • Mesin: 4 turbin CODAG Fiat dengan daya 81.000 hp (60 MW)
  • Kecepatan maksimum: 30 knot (±56 km/jam)
  • Jarak jelajah: 7.000 mil laut
  • Kapasitas awak: ±830 personel (550 awak kapal, 180 personel udara, 100 staf pendukung)
BACA JUGA:  Beratnya Seleksi Awak KRI Nanggala-402, Bertahan Hidup di Hutan hingga Disiksa di Kamp Tahanan

Kekuatan Udara di Lautan

Salah satu keunggulan Giuseppe Garibaldi terletak pada kemampuan STOVL (Short Take-off and Vertical Landing) — memungkinkan pesawat lepas landas dan mendarat secara vertikal layaknya helikopter.

Kapal ini mampu mengangkut hingga 18 pesawat tempur AV-8B Harrier II atau helikopter serbaguna untuk operasi anti-kapal selam, serangan amfibi, hingga misi kemanusiaan.

Dek penerbangannya memiliki panjang sekitar 174 meter dan lebar 30 meter, cukup luas untuk mendukung operasi udara skala besar di laut terbuka.

Sistem Persenjataan dan Pertahanan Canggih

Untuk sistem pertahanan, Giuseppe Garibaldi dibekali persenjataan mumpuni, antara lain:

  • 2 peluncur rangkap delapan Mk.29 untuk rudal SAM Sea Sparrow atau Selenia Aspide
  • 3 sistem artileri OTO Melara Kembar 40L70 DARDO
  • 2 tabung torpedo 324 mm rangkap tiga
  • Sistem anti-torpedo SLQ-25 Nixie, SLAT, serta Electronic Counter Measure (ECM)
  • 2 peluncur SCLAR berisi 20 laras untuk sekam, suar, dan pengacau radar
BACA JUGA:  Presiden Jokowi Ajak Kepala Daerah Tiru Konsep Pembangunan IKN untuk Masa Depan

Dengan kombinasi sistem pertahanan udara, laut, dan bawah laut, kapal ini dirancang untuk bertahan di berbagai situasi tempur modern.

Lebih dari Sekadar Kapal Induk

Selain berfungsi sebagai kapal induk tempur, Giuseppe Garibaldi juga berperan sebagai kapal komando, pusat komunikasi maritim, dan basis operasi udara di laut. Fleksibilitas inilah yang menjadikannya aset strategis bagi TNI dalam mendukung operasi militer maupun kemanusiaan.

Apabila proses akuisisi rampung sesuai jadwal, kehadiran Giuseppe Garibaldi akan menjadi simbol kebangkitan kekuatan laut Indonesia, sekaligus menandai sejarah baru dalam perjalanan militer Tanah Air.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pemerintah Fokus Perkuat Birokrasi Digital
MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028
Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri
BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot
Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara
Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat
Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:48 WIB

WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pemerintah Fokus Perkuat Birokrasi Digital

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:03 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:03 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri

Senin, 27 Juli 2026 - 16:03 WIB

BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara

Berita Terbaru