Selasa, 19 Januari 2021
log
15 Des 2020
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Regulator administrasi obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) menemukan setidaknya ada empat orang relawan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech mengembangkan Bell’s palsy. 

Dikutip dari laman alodocter.com, Bell’s palsy terjadi karena saraf yang mengendalikan otot wajah mengalami peradangan. Peradangan tersebut menyebabkan sarat terhimpit sebagian atau seluruhnya, sehingga otot yang tersambung dengan saraf juga berhenti bekerja. Kondisi inilah yang membuat otot wajah lumpuh.

Orang dengan Bell’s palsy mengalami kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot wajah. Kelumpuhan biasanya terjadi ketika saraf yang mengontrol otot menjadi meradang, bengkak, atau tertekan.

Namun, masih belum jelas bagaimana Bell’s palsy yang terjadi pada relawan vaksin Pfizer ini.

FDA menekankan bahwa dokter harus terus memantau dengan sangat teliti mengenai efek samping dari vaksin Corona Pfizer.

Sementara itu, Chief Executive Pfizer, Albert Bourla, mengatakan, Pfizer tidak mungkin mengambil jalan pintas saat meluncurkan vaksin COVID-19 buatan mereka.

“Vaksin ini telah diuji dengan cara yang persis sama seperti kami menguji vaksin apa pun yang beredar di luar sana,” kata Bourla pada Rabu, 9 Desember 2020, dikutip dari situs Zee News pada Jumat, 11 Desember 2020.

“Selalu ada orang yang skeptis tentang vaksin, tetapi saya harus mengatakan bahwa mereka salah,” Bourla menambahkan.

Dia pun menegaskan bahwa vaksin COVID-19 Pfizer telah diuji dengan standar yang tinggi dan pengawasan yang sangat ketat.

Penderita Alergi Parah Tidak Disarankan Terima Vaksin COVID-19 Pfizer

Sebelumnya, regulator obat di Inggris menyarankan orang dengan riwayat alergi yang parah untuk menghindari suntikan vaksin COVID-19 Pfizer, setelah dua orang melaporkan efek samping usai vaksinasi.

Direktur Medis Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service atau NHS), Stephen Powis, mengatakan, dua pekerja NHS melaporkan mengalami reaksi anafilaktoid usai disuntik vaksin Pfizer.

“Seperti umumnya dengan vaksin baru, MHRA telah menyarankan dengna dasar pencegahan bahwa orang dengan riwayat reaksi alergi tidak menerima vaksinasi ini, setelah dua orang dengan riwayat reaksi alergi yang signifikan merespons secara negatif kemarin,” kata Powis. (RM/Liputan6)

5 2 votes
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x