Rabu, 3 Maret 2021
log
Ikuti Kami di :
22 Feb 2021
(Antara)
(Antara)

INIKEPRI.COM – Jagat media sosial kembali dibuat heboh. Kali ini seorang kakek tuna rungu di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, bernama Palyuri (81) menjadi perbincangan setelah membawa uang satu karung hampir Rp 100 juta atau tepatnya berjumlah Rp82 juta untuk ditabung ke Bank Nagari.

Sekadar diketahui, Bank Nagari adalah sebutan untuk PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Aksi kakek tersebut membawa uang menjadi viral di media sosial.

Uang puluhan juta itu merupakan milik kakek yang akrab disapa Biyok. Uang itu didapatkan dari hasil kerjanya saat mencuci piring di tempat kondangan dan bukan hasil mengemis. Biyok merupakan seorang tuna rungu sehingga kesulitan berkomunikasi dengan orang banyak meskipun dikenal sangat rajin bekerja.

“Biasanya dia bekerja sebagai pencuci piring di tempat-tempat pesta pernikahan di Payakumbuh. Saya yakin orang Payakumbuh pasti sering melihat dan mengenal Biyok. Uang tersebut pun juga bukan dari hasil mengemis karena ia sering kerja sebagai pencuci piring, meskipun kadang juga ada dikasih oleh orang tanpa ia minta,” ujar Kerabat Palyuri, Anton, Minggu (21/2/2021).

Biyok selalu menyimpang uangnya di rumahnya namun dari hasil koordinasi pihak kelurahan bersama dengan pihak keluarga, uang milik Biyok ini disimpan di Bank Nagari.

Lurah Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara, Musleniyetti mengatakan, awalnya mendatangi rumah Biyok karena terdapat informasi kakek itu tidak mendapatkan perhatian.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Musleniyetti langsung menemui dan meninjau ke rumah Biyok yang berada di Padang Kaduduak guna memastikan kebenaran informasinya.

“Awalnya soal Biyok ini viral di Facebook dengan informasi bahwa ia tidak mendapatkan perhatian atau bantuan. Setelah dicek dan datang ke lokasi, ternyata terjadi misinformasi dan malahan ditemukan fakta baru bahwa ia memiliki uang yang disimpan di dalam tumpukan kain di rumahnya,” katanya.

Dia mengatakan setelah mengumpulkan uang yang tersimpan di dalam setiap tumpukan kain tersebut, didapatkan sejumlah uang yang dimasukkan ke dalam karung isi 50kg dan satu kaleng uang recehan.

“Saya juga koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk keluarga untuk membawa uang tersebut untuk ditabung di bank. Sebab kalau tidak, akan berisiko terhadap keselamatan dan kenyamanannya. Apalagi Biyok sebelumnya juga pernah mendapatkan perlakuan jahat yang hampir merenggut nyawanya,” kata Musleniyetti.

Karyawan Bank Nagari, Eko mengatakan untuk menghitung seluruh uang yang dibawa oleh Biyok ini membutuhkan waktu dua hari. Dari penghitungan total keseluruhan uang yang dimiliki Biyok ini lebih kurang berjumlah Rp82 juta.

“Besaran uang yang kami hitung mulai dari uang pecahan Rp1.000 hingga Rp100.000 dengan jumlah penghitung delapan orang pada hari Kamis (18/2) dan 12 orang pada hari Jumat (19/2) lalu,” katanya. (ER/Okezone)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x