Minggu, 18 April 2021
Ikuti Kami di :
10 Mar 2021
Ilustrasi (ist)
Ilustrasi (ist)

INIKEPRI.COM – Seorang pasien virus corona menderita ereksi tiga jam yang menyakitkan karena komplikasi penyakit yang jarang terjadi.

Pria berusia 69 tahun dari Ohio, AS, didiagnosis dengan kondisi yang disebut priapism saat berada di rumah sakit dengan serangan Covid-19 yang parah musim gugur lalu.

Dia dirawat di rumah sakit Lembah Miami pada bulan Agustus dengan sesak napas parah dan peradangan yang menyebabkan penumpukan cairan di dalam paru-parunya.

Dikutip dari Daily Star, pasien yang tidak disebut namanya itu dibius dan dipasang ventilator setelah kondisinya memburuk dan paru-parunya mulai gagal setelah 10 hari perawatan.

Dokter menempatkannya telungkup selama 12 jam untuk membantu mendapatkan udara di sekitar tubuhnya.

Tetapi ketika dia dibalikkan di sore hari, perawat memperhatikan dia telah mengalami ereksi.

Menulis di The American Journal of American Medicine, petugas medis yang merawatnya mengatakan bahwa mereka yakin Covid telah menyebabkan pembekuan darah di penisnya.

Kompres es diaplikasikan pada anggotanya untuk mencoba mengurangi pembengkakan tetapi ereksinya bertahan selama tiga jam.

Dokter terpaksa mengalirkan darah dari penisnya menggunakan jarum.

Priapisme tidak kembali, tetapi pasien meninggal di ICU ketika paru-parunya akhirnya gagal.

Petugas medis mengatakan jaringan di dalam penisnya kaku, tetapi ujungnya lembek.

Dia didiagnosis dengan priapisme aliran rendah, yaitu ketika darah terperangkap di penis. Ini terjadi karena penggumpalan darah.

Covid-19 telah ditemukan merusak pembuluh darah pada banyak pasien yang menyebabkan pembekuan darah yang berbahaya. (RM/Indozone)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x