Mengenal Denjaka, Pasukan Khusus Antiteror TNI AL

- Publisher

Jumat, 7 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Pinterest)

(Pinterest)

INIKEPRI.COM – Sudah tahu yang namanya pasukan Denjaka, belum?

Denjaka alias Detasemen Jala Mangkara merupakan pasukan khusus antiteror TNI Angkatan Laut (AL) yang berisi prajurit-prajurit pilihan dan dijuluki hantu lautan.

Bahkan, sampai diibaratkan bahwa 1 pasukan Denjaka sama dengan 120 orang TNI biasa.

Dihimpun dari berbagai sumber, pembentukan Denjaka sudah dimulai sejak diterbitkannya Surat Keputusan KSAL No.Skep/2848/XI/1982 tertanggal 4 November 1982.

Namun, kala itu namanya adalah Pasukan Khusus Angkatan Laut (Pasusla).

BACA JUGA:  RNA 98: Rizieq Harus Berani Minta Kasusnya Dilanjutkan, Agar Sejalan Dengan Revolusi Akhlak!

Tugasnya untuk menanggulangi berbagai bentuk ancaman keamanan di transportasi laut sipil, kapal perang TNI AL, maupun instansi penting yang berada di tepi pantai atau di tengah laut.

Ancaman itu dapat berupa sabotase, penyanderaan, maupun pembajakan. 

Pasukan Denjaka ini dipimpin oleh perwira berpangkat Letnan Kolonel.

Di awal pembentukannya, Pasusla beranggotakan 70 prajurit pilihan yang berasal dari Satuan Pasukan Katak (Kopaska) dan Batalion Intai Amfibi Marinir (Yontaifib).

Sejak itu Pasusla menjadi satuan antiteror yang pembinaannya khusus di bawah Komandan Korps Marinir.

BACA JUGA:  BNN dan Bea Cukai Gagalkan 172 Kasus Penyelundupan Narkoba

Secara resmi nama “Detasemen Jala Mangkara” mulai dipakai sejak keluarnya Surat Keputusan KSAL No.Kep/42/VII/1997 tertanggal 31 Juli 1997.

Selain ahli bertempur, Denjaka juga dibekali ilmu kejiwaan dan analisa situasi khusus. 

Sebelum menyerang musuh, biasanya ada tim pendahulu yang bertindak sebagai negosiator dengan teroris.

Apabila usaha menuju jalan damai tidak tercapai, unit serbu yang terbagi dalam 3 tim (tim atas air, bawah air, dan lintas udara) segera dikerahkan. 

BACA JUGA:  Tak Hanya Muhammadiyah, NU Juga Pernah Beda Hari Raya dengan Pemerintah

Masing-masing tim beranggotakan selusin prajurit dengan spesialisasi beragam.

Mulai dari penjinakan bahan peledak, medis, komunikasi elektronik dan teknologi informasi. 

Isyarat operasi bisa disandikan dengan “KILAT”, penundaan dengan “MENDUNG”, dilanjutkan dengan “CERAH”.

Waktu yang dibutuhkan oleh ketiga tim serbu Denjaka sejak masuk ke lokasi sasaran, melakukan serangan dadakan, sampai evakuasi biasanya tak lebih dari 15 menit. Wah, keren ya! (RM/INDOZONE)

Berita Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027
Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Berita Terbaru