Surjadi: Rapid Tes Massal Upaya Pemko Tanjungpinang Lindungi Masyarakat

- Publisher

Minggu, 4 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Kota Tanjungpinang telah masuk zona merah penyebaran virus corona. Angka kasus terkonfirmasi COVID-19 terus bertambah setiap harinya.

Dari data Dinas Kesehatan, pengendalian penduduk, dan KB kota Tanjungpinang, hingga Jumat (2/7/2021) terjadi penambahan kasus sebanyak 150 orang, sehingga kasus aktif di Kota Tanjungpinang mencapai 1.074 kasus.

Guna menekan angka tersebut, sejumlah upaya dilakukan Satuan Tugas (satgas) COVID-19 Kota Tanjungpinang, mulai dari penegakan disiplin prokes di tempat-tempat keramaian, percepatan vaksinasi, hingga rapid test antigen secara massal.

Namun, langkah ini menuai berbagai respon di tengah masyarakat, salah satunya saat tim satgas melakukan pemeriksaan rapid test kepada pedagang dan pengunjung di pasar bintan center Tanjungpinang, Sabtu (3/7/2021).

Kepala Bappelitbang Surjadi, yang juga tim satgas COVID-19 Kota Tanjungpinang, mengatakan kondisi Tanjungpinang sekarang ini sangat berat. Artinya semua faskes, rumah sakit penuh. Bahkan sudah menambh tempat tidur.

“Jumlah kasus aktif kita lebih dari 1.000, padahal selama ini kami estimasi tidak lebih dari 300 kasus. Artinya sudah tiga kali lipat dari estimasi pembiayaan perencanaan yang kita antisipasi,” kata Surjadi.

BACA JUGA:  Selama Ramadan Dinkes Tanjungpinang Tetap Laksanakan Vaksinasi COVID-19

Pemeriksaan rapid tes terhadap pedagang dan pengunjung pasar ini, lanjut Surjadi, adalah langkah yang dilakukan pemerintah untuk meminimalisir penularan virus.

Apabila mereka ada yang membawa virus kemudian masih berkeliaran dan berjualan, maka akan menularkan ke orang lain dan ini mala menjadi masalah besar.

Apalagi varian terbaru itu percepatan penularannya lebih cepat, angka eksponensial nya lebih tinggi. Saat ini saja, angka kematian akibat COVID-19 sudah ada 125 kasus. Soal ada mis-persepsi atau ada pemaksaan, itu tidak. Karena kondisi seperti ini sudah berar.

“Ini cara kita agar angka kasus itu menurun. Jadi, harus kita maklumi bersama untuk saling suport, siapapun itu. Pada saat pemerintah menjaga masyarakatnya seperti ini, jangan di respon tidak baik,” tegas Surjadi.

BACA JUGA:  Tahap Sosialisasi, Rumah KPM PKH Kota Tanjungpinang akan Dipasangi Label

Dijelaskan Surjadi, tracing itu sebetulnya yang diindentifikasikan adanya kontak erat. Tetapi ternyata yang positif itu sekarang pada kenyataannya dalam beberapa kegiatan yang kita lakukan ada yang ditemukan positif berkeliaran di tempat-tempat hiburan ada, mall/pasar swalayan ada, sekarang kita di pasar untuk menindentifikasikan itu.

Oleh sebab itu, ternyata positif aktif yang kita temukan itu banyak yang berkeliaran. Itu yang kita cari, karena dia harus kita isolasi supaya tidak menularkan orang lain. Caranya ya seperti ini.

Artinya ada beberapa diantara kita yang belum memiliki kesadaran dan berada di tempat-tempat keramaian umum pada saat seharusnya dia dalam isolasi mandiri.

“Jadi kami mohon dukungan masyarakat karena yang sakit itu masyarakat, kita semua masyarakat termasuk saya juga masyarakat,” kata dia.

Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani menambahkan 3T (testing, tracing, treatment) itu kalau sudah ketahuan positif, ada yang positif kita tracing keluarganya, kontak eratnya di sekitar itu sesuai kriterianya ada zona oranye, kuning, dan merah sudah ada radiusnya seperti contoh radius zona kuning itu tiga rumah harus di tracing.

BACA JUGA:  Membangun Potensi Digital Kota Tanjungpinang

Sekarang ini, kita mengambil secara acak yang tidak bergejala sebelum sakit. Karena, setelah sakit dan harus di rawat, BOR rumah sakit saat ini sudah penuh.

“Jadi, sebelum sakit, kalau orang itu OTG, isolasi di rumah saja, kalau rumahnya tidak memenuhi kriteria isolasi mandiri sesuai perwako, ya karantina terpadu,” ujarnya.

Yani mengungkapkan, pada kegiatan sebelumnya yang kita lakukan di kedai kopi, rumah makan, dan tempat hiburan, kita temukan 6 kasus positif. Di pasar swalayan 2 kasus.

“Jadi, kita mau melihat itu di pasar tradisional ada apa tidak. Jika ditemukan berarti OTG itu sudah ada di mana-mana. Karena itu, kita harus waspada,” ucapnya. (ET)

Berita Terkait

Kabar Baik! Tanjungpinang Usulkan Ribuan Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah
BP Batam Gandeng Kejati Kepri Perkuat Penanganan Masalah Hukum
MTQH XX Tanjungpinang 2026 Resmi Dibuka, Melayu Square Bergemuruh Penuh Semarak
Bikin Siswa Antusias, ‘Naruto, One Piece dan Vampir’ Antar Makanan Bergizi ke MIN Tanjungpinang
Komisi IX DPR RI Tinjau Tambak Udang di Tanjungpinang, Dorong Investasi dan Serapan Tenaga Kerja
Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan
Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 07:40 WIB

Kabar Baik! Tanjungpinang Usulkan Ribuan Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Selasa, 28 April 2026 - 20:57 WIB

BP Batam Gandeng Kejati Kepri Perkuat Penanganan Masalah Hukum

Selasa, 28 April 2026 - 09:18 WIB

MTQH XX Tanjungpinang 2026 Resmi Dibuka, Melayu Square Bergemuruh Penuh Semarak

Kamis, 23 April 2026 - 09:00 WIB

Bikin Siswa Antusias, ‘Naruto, One Piece dan Vampir’ Antar Makanan Bergizi ke MIN Tanjungpinang

Kamis, 23 April 2026 - 07:06 WIB

Komisi IX DPR RI Tinjau Tambak Udang di Tanjungpinang, Dorong Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

Berita Terbaru