Warga Kampung Bulang Setuju Gedung SMKN 3 Tanjungpinang Dijadikan Tempat Karantina Terpadu

- Publisher

Senin, 5 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Rencana Satgas Provinsi Kepulauan Riau memanfaatkan gedung sekolah SMKN 3 dijadikan tempat karantina terpadu bagi pasien terkonfirmasi covid-19 sempat mendapat penolakan dari warga kelurahan Kampung Bulang, kecamatan Tanjungpinang Timur.

Namun, setelah satgas covid-19 provinsi kepri dan kota Tanjungpinang melakukan sosialisasi dan pertemuan dengan warga, akhirnya mereka menyetujui sekolah tersebut dijadikan tempat karantina terpadu bagi warga yang terkonfirmasi covid-19.

Pertemuan yang dihadiri Satgas Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana dan Kabiro Humpro Setda Pemprov Kepri, Hasan, Satgas Kota Tanjungpinang, Riono, serta jajaran kecamatan, kelurahan, dan warga setempat itu, berlansung di pondok makan sarbana, kelurahan Kampung Bulang, kota Tanjungpinang, Minggu (4/7/2021)

BACA JUGA:  Kejari Tanjungpinang Sita Rp4,3 Miliar Dana TPPU Kasus Narkoba

Camat Tanjungpinang Timur, Dody mengatakan setelah mendapatkan penjelasan dari tim satgas akhirnya warga setuju demi kepentingan yang darurat.

Ia pun mengucapkan rasa syukur karena warganya menyetujui gedung sekolah SMK 3 dijadikan tempat isolasi terpadu alternatif selain villa lohass bagi pasien terkonfirmasi covid-19.

“Alhamdulillah, akhirnya masyarakat setuju. Karena, memang saat ini agak sedikit sulit mendapatkan lokasi baru,” ucap Dody.

BACA JUGA:  HUT ke-75 RI, Isdianto Ajak Masyarakat Kepri Mensyukuri Kemerdekaan RI

Namun, lanjut Dody, tim satgas dan juga pihak provinsi wajib mendengarkan masukan dari masyarakat setempat. Mereka mengizinkan penggunaan sekolah sebagai tempat isolasi dengan beberapa persyaratan.

Seperti, penjagaan yang ketat, mengingat sejak dulu anak-anak sekitar selalu bermain di lokasi tersebut. Kemudian, tidak membunyikan sirene ambulan saat mengantar pasien karena khawatir membuat warga ketakutan setiap harinya.

“Ini yang disampaikan warga. Alhamdulillah warga dan pihak berwenang sepakat,” katanya.

BACA JUGA:  Korem 033/WP Adakan Lomba Foto dan Video Drone

Gedung SMKN 3 yang dimanfaatkan terdiri atas enam ruang dengan daya tampung 48 orang. Masing-masing ruang bisa terisi delapan tempat tidur (kasur),” tambah dia.

Lurah Kampung Bulang Roni Syaputra menambahkan pertemuan antara warga dengan satgas provinsi kepri dan kota Tanjungpinang berjalan jalan lancar dan mendapat respon baik dari warga.

“Nanti, kita akan memberdayakan pemuda di lingkungan terdekat sebagai penjaga agar penanganan bisa berjalan lancar,” ucapnya. (ET)

Berita Terkait

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan
Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA
Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah
Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat
Jelang Peresmian PSC 119, Dinkes Tanjungpinang Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis
Puskesmas Tanjungpinang Barat Segera Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
Tanpa Jeda, Penyaluran Air Bersih di Tanjungpinang Capai 711 Ton

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:50 WIB

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang

Senin, 13 April 2026 - 06:15 WIB

Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan

Minggu, 12 April 2026 - 08:52 WIB

Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA

Sabtu, 11 April 2026 - 07:48 WIB

Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah

Rabu, 8 April 2026 - 11:52 WIB

Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat

Berita Terbaru