Kiprahnya di kancah politik dimulai pada akhir 2006. Apri mengundurkan diri dari kursi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bintan dan terpilih menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Bintan.
Kemudian, Apri terpilih menjadi Ketua DPD Demokrat Kepulauan Riau di tahun 2011 yang pada saat itu tercatat sebagai Ketua DPD Demokrat termuda kedua se-Indonesia.
Melansir dari Tribun Batam, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memecat Apri dari jabatannya pada Maret 2021.
Mendukung Demokrat KLB
Kisruh yang menimpa Partai Demokrat turut menyeret nama Apri Sujadi. Apri yang menjabat sebagai ketua DPD Demokrat Kepri diketahui menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, Jumat (5/3/2021).
Hasil KLB tersebut mengukuhkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Isu yang berkembang di masyarakat Kepri, langkah Apri mendukung Demokrat versi Moeldoko untuk “mengamankan” posisinya, karena kasus dugaan korupsi ini, menjadikan dirinya target dari KPK.
Bahkan, saat pelantikan dirinya sebagai Bupati Bintan pada Jumat (26/2/2021), Apri sempat menghilang setelah prosesi berlangsung.
Saat itu berkembang isu, Apri Sujadi telah dibawa oleh KPK. Meski akhirnya Isu tersebut pun dibantah Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.
Posisi Apri Sujadi di Partai Demokrat kemudian diganti oleh Renanda yang saat itu berstatus Pelaksana Tugas (Plt).
Sebelum menjadi Bupati, Apri menjabat sebagai wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepri periode 2014-2019.
Setelah setahun menjabat, eks kader Demokrat ini mundur dan mencalonkan diri sebagai Bupati Bintan.
Dituding Gemar Berjudi
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















