Cerita dari Pulau Lengkang, Anak-anak Kesulitan Sinyal saat Belajar Daring

- Publisher

Senin, 16 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Pandemi COVID-19 yang melanda dunia membuat cara hidup manusia berubah. Salah satunya adalah proses belajar yang kini berjalan secara daring.

Namun demikian, pembelajaran secara daring ini juga terdapat kendala, yaitu sulitnya mendapatkan sinyal.

Misalnya di Pulau Lengkang, Kecamatan Belakangpadang, jeleknya kualitas sinyal membuat pembelajaran jarak jauh ini kurang efektif.

“Kalau di pulau, sinyalnya kurang bagus, jadi kegiatan belajar mengajar tidak efektif,” kata Kepala SD Pulau Lengkang Syamsiah, dikutip dari kantor berita ANTARA, Senin 16 Agustus 2021.

BACA JUGA:  RSBP Batam Jadikan Kebersihan Budaya Kerja Berkelanjutan

Tidak hanya itu, lanjut dia, banyak warga pulau tidak memiliki gawai yang memadai. Kalau pun ada, harus bergantian dengan saudara lain yang juga menjalani pembelajaran jarak jauh, dan ada pula yang harus meminjam telepon selular ke kerabat.

Meski di Pulau Lengkang tidak ada kasus COVID-19, namun PPKM juga diterapkan disana, guna meminimalkan potensi penularan COVID-19.

Di SD itu, terdapat 72 anak dari enam jenjang dengan sembilan orang guru kelas dan guru mata pelajaran. Untuk kelas 1 saja ada 16 siswa yang baru mulai belajar.

BACA JUGA:  Kepri Bakal Punya Kodam Sendiri, TNI AD Perkuat Wilayah Perbatasan

Syamsiah kemudian melanjutkan, karena keterbatasan sinyal dan gawai, maka ada beberapa siswa yang diterima belajar di sekolah bergantian, demi tetap menjalani protokol kesehatan.

Senada dengan Syamsiah, guru kelas IV SD Lengkang, Igo juga menambahkan sangat sulitnya mengajar daring di pulau.

Karena keterbatasan sinyal dan gawai, jelas dia, maka guru hanya dapat menerangkan menggunakan pesan audio dan memberikan soal melalui pesan aplikasi.

“Enggak bisa pakai Google meet atau zoom. Sinyalnya terbatas. Jadi hanya bisa memberikan soal saja,” kata dia.

BACA JUGA:  Li Claudia Chandra Genap 54 Tahun, Ketua DPRD Kota Batam Titip Doa dan Harapan Besar untuk Batam

Guru pun tidak dapat memastikan, siswa mengisi soal dengan benar karena telah memahami penjelasan melalui audio.

“Anak-anak ini jujur. Mereka mengaku mencari jawaban langsung dari Google,” katanya menceritakan fakta itu.

Begitu pula dengan pengerjaan soal matematika. Banyak siswa yang mengaku kepadanya menjawab menggunakan kalkulator, tanpa tahu cara menghitung yang semestinya.

“Kami harapkan pandemi segera berlalu, agar anak-anak bisa kembali bersekolah,” tutup Igo. (ER/ANTARA)

Berita Terkait

Siswi MIN 1 Batam Nayla Sary Khairani Raih Juara 2 IPAS OMI Tingkat Provinsi 2026
PLN Batam Tangani Gangguan Kelistrikan, Upayakan Pemulihan Sistem Secara Bertahap
Festival Transmigrasi 2026, Momentum Perkenalkan Potensi dan Masa Depan Rempang Eco City
BP Batam Gelar Salat Istisqa Bersama Ratusan Warga di Waduk Nongsa
Ribuan Warga Padati Sagulung Merdeka Fest 2026, Amsakar Sebut Kebersamaan Jadi Kekuatan Batam
Investasi Jangan Hanya Menumpuk di Batam, Sturman Dorong Pembangunan Natuna hingga Anambas
Batam Lirik Lingga untuk Pasokan Air Baku, Investasi Besar Jadi Tantangan
Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Siswi MIN 1 Batam Nayla Sary Khairani Raih Juara 2 IPAS OMI Tingkat Provinsi 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:00 WIB

PLN Batam Tangani Gangguan Kelistrikan, Upayakan Pemulihan Sistem Secara Bertahap

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:03 WIB

BP Batam Gelar Salat Istisqa Bersama Ratusan Warga di Waduk Nongsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Ribuan Warga Padati Sagulung Merdeka Fest 2026, Amsakar Sebut Kebersamaan Jadi Kekuatan Batam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Investasi Jangan Hanya Menumpuk di Batam, Sturman Dorong Pembangunan Natuna hingga Anambas

Berita Terbaru