Singapura Alami Lagi Ledakan Kasus, Padahal Sudah Berdamai dengan COVID

- Publisher

Minggu, 5 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Belum lama ini pemerintah Singapura menyebut akan melakukan tinjauan terhadap protokol COVID-19.

Dalam tinjauan itu, salah satu kemungkinan adalah melonggarkan pembatasan-pembatasan protokol virus corona.

Namun siapa sangka di tengah upaya berdamai dengan COVID-19, Kementerian Kesehatan Singapura kembali merilis data kasus COVID-19 per 2 September 2021.

Terjadi kenaikan lagi dari hari sebelumnya, di mana mencapai 191 kasus. Pada Rabu (2/9/2021), negara itu melaporkan 180 kasus baru COVID-19.

BACA JUGA:  Singapura Bebaskan Negara-Negara Besar dari Kewajiban Karantina

56 kasus pada 2 September terkait dengan kasus sebelumnya dan sudah dalam karantina. 18 kasus juga merupakan hasil tracing.

“113 kasus (lainnya) tidak terkait kasus sebelumnya,” demikian Kemenkes Singapura melaporkan dikutip Jumat (3/9/2021).

Ada 4 kasus baru yang merupakan impor di mana tengah dalam masa isolasi saat kedatangan ke negara tersebut.

“Sehingga total kasus baru 191 di Singapura,” jelas keterangan tersebut.

BACA JUGA:  Presiden Mengingatkan Kepala Daerah Waspadai Pergerakan Covid-19

Sementara itu, Pelonggaran itu sendiri mulai dilakukan pada pertengahan Agustus, dengan menambah jumlah orang yang boleh bertemu dalam satu pertemuan menjadi lima.

Makan di tempat juga diizinkan untuk semua yang telah divaksinasi lengkap atau memiliki tes COVID-19 negatif dalam 24 jam terakhir. Tetapi makan di pusat makanan terbuka dan kedai kopi hanya diizinkan untuk kelompok hingga dua orang, terlepas dari status vaksinasi apapun.

BACA JUGA:  Tak Hasilkan Resolusi, Indonesia Kecewa terhadap DK PBB

Negara itu sudah memvaksinasi 80% populasi dengan vaksin lengkap dan 83% populasi dengan setidaknya satu suntikan, per Senin (30/8/2021).

Jumlah ini menjadi salah satu tingkat tertinggi di dunia dengan harapan bisa menekan angka kematiannya.

Selama 28 hari ini, persentase kasus mereka yang tidak divaksin dan mengalami pemburukan serta meninggal adalah 8,3%. Sementara mereka yang divaksin hanya 1,2%. (RM/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya
Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:40 WIB

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Berita Terbaru