Presiden Mengingatkan Kepala Daerah Waspadai Pergerakan Covid-19

- Publisher

Selasa, 1 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, Gubernur mewaspadai pergerakan naik kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah masing-masing. Karena saat ini di berbagai negara kembali terjadi tren peningkatan kasus positif, baik kawasan Eropa maupun Asia.

”Kita harus hati-hati, hati-hati, di negara kita walaupun ada peningkatan kasus positif di beberapa daerah tetapi kalau dibandingkan dengan negara-negara lain, posisi Indonesia masih relatif terkendali dan ini yang harus kita jaga bahwa pengendalian, manajemen, untuk Covid-19 ini betul-betul masih pada posisi terkendali,” ujar Presiden saat memberikan arahan ke para Gubernur Menghadapi Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secara Virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (1/9/2020).

Data yang diterima per 31 Agustus kemarin, Presiden menyampaikan jumlah kasus positif sebanyak 175.000 dari 2,23 juta tes yang telah dilakukan dan tingkat kesembuhan (case recovery rate) juga makin meningkat, dari bulan April yaitu 15 persen, kemudian di bulan Agustus 72,1 persen jadi ada pergerakan yang lebih baik atau lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata dunia yakni 69 persen.

BACA JUGA:  Ayah Khabib Nurmagomedov Meninggal Dunia karena Corona

”Jumlah kasus aktif atau masih dalam perawatan juga menurun dari 77 persen di April menjadi sebesar 23,69 persen di bulan Agustus. Ini lebih baik dari rata-rata dunia, yaitu sebesar 27 persen. Tetapi untuk kasus meninggal ini hati-hati untuk case fatality rate di Indonesia meskipun mengalami penurunan dari 7,83 persen di bulan April menjadi 4,2 persen di bulan ini, kita masih punya PR besar untuk menurunkan lagi,” imbuh Presiden.

Hal ini dikarenakan, menurut Presiden, angka fatality rate di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan fatality rate global yang berada di angka 3,36 persen.

BACA JUGA:  Survei: Perokok Berisiko Lebih Rendah Tertular Corona

Untuk itu, Presiden mengingatkan agar mewaspadai betul sehingga Pemerintah tidak kehilangan kendali dalam penanganan penyebaran Covid-19.

”Tingkat kematian kita yang dulu di untuk kasus aktif di bulan April 77 persen menjadi 23,7 persen, kemudian tingkat kematian dari 7,8 persen di bulan April menjadi 4,2 persen di bulan April. Kemudian juga ini perkembangan kasus harian per hari kemarin 31 Agustus, jumlah kasus aktif ini masih 41.420 atau 23,7 persen,” ujarnya.

Penambahan kasus positif per hari kemarin, menurut Presiden, sebanyak 2.743 dan jumlah kasus yang sembuh mencapai 72,1 persen atau 125.959 dan jumlah kasus meninggal 7.417 atau 4,2 persen.

Jika dilihat perkembangan kasus positif tingkat nasional, lanjut Presiden, terutama untuk persentase kematian di bulan April angkanya tinggi kemudian terus menurun pada bulan Agustus pada posisi 4,27 persen.

BACA JUGA:  Program SMA Unggul Garuda Digeber, Akses Pendidikan Berkualitas Kian Terbuka

”Ini yang harus kita upayakan terus agar persentase kematian semakin hari semakin baik. Persentase kesembuhan di bulan Maret itu masih sangat rendah sekali, tetapi di bulan Agustus sudah mencapai 72,7 persen. Begitu juga positivity rate di 31 Agustus yang dulu berada di atas kemudian melandai, dan harus ditekan terus agar lebih baik,” kata Presiden.

Mengenai perkembangan Covid-19 di Indonesia per provinsi per 31 Agustus, Presiden sampaikan datanya telah dipantau setiap hari.

”Hati-hati untuk yang angkanya masih tinggi saya minta Gubernur betul-betul bekerja keras dengan Gugus Tugas yang ada agar bisa ditekan angkanya dan kalau ada masalah-masalah yang memang pemerintah pusat harus bantu sampaikan kepada pemerintah pusat utamanya di komite dan gugus tugas,” jelas Presiden.

Berita Terkait

Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy
Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT
ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global
Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation
Mau Magang Digaji Setara UMP? Pemerintah Buka 150 Ribu Kuota, Cek Jadwal Pendaftarannya
Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:29 WIB

Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:13 WIB

Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:35 WIB

ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:01 WIB

Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation

Berita Terbaru