Kasus Chat HRS-Firza Dibuka Lagi, Ade Armando: Polisi Punya Kartu As

INIKEPRI.COM – Habib Rizieq Shihab (HRS) beberapa waktu yang lalu sempat terseret kasus dugaan chat mesum dengan Firza Husein.

Percakapan mesum yang disebut dilakukan keduanya itu tersebar beredar luas di media sosial.

Menjelang Pemilu, kasus itu kemudian sempat dihentikan dengan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Adapun Polisi mengaku, menghentikan kasus chat mesum karena tak menemukan siapa penyebarnya, alias kurang alat bukti.

Kini, kasus HRS Firza dibuka lagi. Meski Polisi masih seakan wait and see dalam kasus ini, namun membuka lebar bagi mereka untuk membawanya ke Pengadilan.

Dibukanya kembali kasus dugaan chat mesum HRS Firza sendiri langsung ditanggapi oleh pegiat media sosial Ade Armando.

Dia mengatakan, dirinya baru tahu proses hukum dugaan chat mesum antara HRS dan Firza masih bisa dilanjutkan kembali. Dia berpikir, ketika kasus itu sudah dipetieskan pada 2018 lalu, kasus ini tak bisa diotak-atik lagi.

Namun kini, SP3 itu sudah dicabut sejak Desember 2020 lalu oleh Pengadilan di Jakarta Selatan. Artinya, kasus ini bisa dilanjutkan lagi ke meja hijau.

“Kabar baru ini penting atas dugaan skandal keduanya. Ini akan membuktikan terungkapnya dugaan dua sejoli yang di mabuk amsara, yang juga turut mempengaruhi politik Indonesia,” kata Ade Armando, dikutip Cokro TV, Senin 13 September 2021.

Kalau benar chat HRS Firza benar
Ade Armando lalu menyinggung isi dugaan chat keduanya yang tengah dimabuk asmara itu. Di mana Firza kerap diminta untuk melakukan adegan dewasa oleh diduga HRS.

“Kalau isi chat itu sahih, artinya luar biasanya kotor pikiran HRS. Tak terbayangkan bisa dilakukan oleh orang yang ketika itu digadang-gadang banyak umat Islam sebagai imam besar, pria bersitri dan berputra-putri sudah dewasa. Kalau dia benar penggila seks, terus terang itu menjijikkan sekali,” katanya lagi.

Menurut Ade, Polisi tentu punya alasan mengapa tempo hari sempat mempetieskan kasus itu. Dia mengira, ini dilakukan untuk meredam gerakan Islamis radikal yang bakal mengganggu Indonesia jelang Pemilu 2019.

Maka itu, langkah tersebut kemudian diambil. Andaipun kini siap dibuka kembali, kasus chat HRS dan Firza, Ade masih bertanya, ada apa gerangan. Apalagi saat ini tidak ada keperluan yang mendesak untuk mengeluarkan kasus tersebut.

“Lagian dia (HRS) juga sudah ditahan, kenapa pula Polisi harus memulai sesuatu yang akan bikin huru hara kembali. Namun yang pasti Polisi kasus ini bisa dimanfaatkan untuk menghantam ke jantung Rizieq. Di mana Polisi punya kartu AS untuk hancurkan kaum Islamis Radikal di RI,” katanya. (ER/HOPS)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
3PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!