367 Anak-anak Singapura Terinfeksi COVID-19

- Publisher

Rabu, 15 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Singapura tercatat memiliki 367 kasus COVID-19 pada anak-anak hingga saat ini, termasuk 172 di antaranya terinfeksi virus varian Delta.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Senior Negara untuk Kesehatan Singapura Janil Puthucheary di Parlemen, Selasa (14/09/2021), seperti dikutip dari Channel News Asia.

Secara keseluruhan, anak-anak di bawah usia 12 tahun menyumbang 0,6% dari semua kasus infeksi lokal di Singapura, kata Puthucheary saat menanggapi pertanyaan dari Anggota Parlemen.

Dari anak-anak yang terinfeksi, 50 kasus berusia nol hingga satu tahun, 83 berusia antara dua hingga empat tahun, 76 berusia lima hingga enam tahun, dan 158 berusia antara tujuh hingga 12 tahun.

BACA JUGA:  Singapura Buka Akses Transit Bagi Pelancong dari Indonesia

Namun demikian, Puthucheary mengatakan, tak satu pun dari mereka memiliki penyakit parah yang membutuhkan suplementasi oksigen atau perawatan ICU.

Anak-anak di bawah usia 12 tahun saat ini tidak memenuhi syarat untuk vaksinasi COVID-19 di Singapura.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan pada konferensi pers 3 September lalu, bahwa vaksinasi untuk anak-anak ini dapat dimulai pada awal tahun depan setelah uji coba selesai dan persetujuan peraturan diberikan.

BACA JUGA:  Alhamdulillah, Arab Saudi Keluarkan 108.000 Izin Umroh Minggu ini

Dia mengatakan, secara global, data menunjukkan bahwa “proporsi yang sangat rendah” dari anak-anak yang terinfeksi COVID-19 mengalami penyakit parah dibandingkan dengan orang dewasa.

Dia mencatat bahwa persentase anak-anak yang terinfeksi yang jatuh sakit parah dan membutuhkan perawatan intensif adalah 0,7% di Israel, 0,3% di Korea Selatan dan 0,6% di Prancis.

“Ada bukti yang menunjukkan bahwa anak-anak dengan kondisi medis yang mendasarinya seperti kondisi metabolisme neurologis genetik – beberapa tingkat kompleksitas medis – penyakit jantung bawaan, obesitas, diabetes, asma, penyakit paru-paru kronis, penyakit imun mungkin berada pada risiko tinggi akibat COVID-19,” paparnya.

BACA JUGA:  Kasus Varian COVID-19 di Singapura, Belum Ada Urgensi Pembatasan Perjalanan

Meskipun tidak ada penyakit parah di antara anak-anak dengan COVID-19 di Singapura, Puthucheary mengatakan bahwa pemerintah mewaspadai meningkatnya jumlah kasus di masyarakat, dan bahwa lebih banyak anak mungkin saja terinfeksi COVID-19 di masa depan. (ER/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke
Ikut Anjuran Nabi Nuh, Lelaki Ini Raup Kekayaan Rp214 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:07 WIB

Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional

Berita Terbaru