Anggota DPRD Kepri: COVID-19 Tak Pengaruhi Aktivitas Nelayan Pesisir

- Publisher

Senin, 27 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari Partai NasDem Khazalik mengatakan, dampak pandemi COVID-19 tidak mempengaruhi aktivitas nelayan pesisir untuk pergi melaut menangkap ikan.

“Tidak ada istilah PHK bagi nelayan. Berbeda dengan karyawan perusahaan, ada yang dipecat atau dirumahkan imbas COVID-19,” kata Khazalik, dilansir dari ANTARA, Minggu 26 September 2021.

Kendati demikian, Khazalik yang baru saja merampungkan reses di Daerah Pemilihan Kabupaten Bintan dan Lingga itu menyampaikan, saat ini harga jual hasil tangkapan nelayan pesisir mengalami penurunan.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Hadiri Tabliqh Akbar Sempena HUT Kepri ke-20

Hal itu tidak terlepas dari turunnya permintaan pasar yang dipicu pandemi COVID-19 masih berlangsung sampai hari ini.

Bahkan di masa awal pandemi, tauke atau penampung enggan membeli hasil tangkapan nelayan, dan sebagian besar memilih berhenti buat sementara waktu karena harga komoditas laut itu terjun bebas.

“COVID-19 memicu rumah makan dan hotel banyak tutup. Alhasil, permintaan ikan segar hasil tangkapan nelayan menurun,” ujarnya pula.

BACA JUGA:  Berdamai dengan COVID-19, Inggris Siapkan Vaksin Dosis Keempat!

Belakangan ini, kata dia lagi, tingkat penjualan hasil tangkapan nelayan sedikit mengalami kenaikan. Sebab, sektor bisnis rumah makan/restoran secara bertahap mulai beroperasi kembali seiring penyebaran kasus COVID-19 di daerah setempat turun signifikan.

Hasil tangkapan nelayan pesisir mulai terserap untuk memenuhi kebutuhan usaha rumah makan hingga perhotelan.

“Alhamdulillah, di Tanjungpinang dan Batam aktivitas usaha rumah makan dan hotel berangsur normal. Di beberapa kawasan resort belum beroperasi seperti biasa, misalnya di Bintan,” ujar Khazalik pula.

BACA JUGA:  Kunjungi Tanjung Sebauk, Wako Rahma Beri Bantuan Warga yang Isolasi Mandiri

Dia turut mengimbau agar para nelayan kawasan pesisir tetap bisa menata manajemen keuangan rumah tangga, agar tetap bisa bertahan hidup menghadapi arus pandemi COVID-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir.

“Semoga pandemi cepat berlalu agar warga pada umumnya, khususnya nelayan dapat hidup lebih sejahtera,” katanya menegaskan.

Dengan geografis 96 persen wilayah laut, sebagian warga di Kepulauan Riau berprofesi nelayan dan menggantungkan hajat hidupnya dengan menangkap ikan di laut. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP
Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia
Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru
Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz
Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik
Tanjungpinang Terima Bantuan Rehabilitasi 589 Rumah Tidak Layak Huni dari Pemerintah Pusat
Wali Kota Tanjungpinang Terbitkan Edaran GAMAS, ASN Boleh Terlambat Demi Antar Anak ke Sekolah
Lomba Gerak Jalan Proklamasi Tanjungpinang 2026 Dibuka, Pendaftaran Kini Sepenuhnya Online

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:42 WIB

Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:59 WIB

Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:24 WIB

Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:19 WIB

Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik

Berita Terbaru