Rizieq Menang Kasasi di Kasus Petamburan dan Megamendung, Artinya Fix Nih?

- Admin

Jumat, 8 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Rizieq Shihab menang lagi dalam banding kasus kerumunan Megamendung dan Petamburan. Banding yang diajukan oleh jaksa penuntut umum ditolak semuanya oleh Mahkamah Agung.

Tim advokasi Habib Rizieq Syihab, Aziz Yanuar mengatakan dengan penolakan kasasi oleh MA, artinya kini Habib Rizieq telah bebas dari hukuman dari dua kasus tersebut.

Kini Habib Rizieq fokus menghadapi kasasi kasus tes swab RS Ummi Bogor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Habib Rizieq Menang Kasus Megamendung dan Petamburan

Tim Advokasi HRS, Aziz Yanuar mengungkapkan Habib Rizieq memang dalam kasasi untuk dua perkara kerumunan yaitu di Megamendung dan Petamburan.

Baca Juga :  Rizieq Shihab Tidak Lagi Jadi Imam Besar FPI

Dalam perkara itu Habib Rizieq sudah menyelesaikan vonis dari keduanya. Untuk kasus Megamendung, Habib Rizieq telah membayar denda, sedangkan dalam kasus Petamburan, Habib Rizieq telah menjalan hukuman 8 bulan.

Aziz mengatakanupaya hukum kasasi sesat oleh JPU berkasnya tidak diterima oleh Mahkamah Agung dan telah dikembalikan kepada Pengadilan Negeri untuk tidak dilanjutkan upaya kasasinya karena bertentangan dengan undang-undang.

“Bahwa dengan dikembalikannya berkas kasasi JPU oleh MA, maka putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terhadap perkara Megamendung yang menghukum denda kepada klien kami menjadi berkekuatan hukum tetap,” kata Aziz dalam rilisnya Kamis 7 Oktober 2021.

Baca Juga :  Pilpres 2024, Prabowo Tak Boleh Alergi Duetkan Ganjar-Sandi

Dalam perkara ini Aziz mengatakan kliennya telah melaksanakan putusan pengadilan dengan membayar denda Rp20 juta melalui Kejaksaan Jakarta Timur.

“Bahwa terhadap perkara Petamburan yang melibatkan klien kami Mahkamah Agung telah menolak upaya hukum kasasi yang dilakukan oleh JPU, sehingga menjadikan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjadi berkekuatan hukum tetap dengan hukuman 8 bulan penjara,” kata Aziz

Fokus Kasus RS Ummi

Berita Terkait

Awasi Pilkada Serentak 2024, Bawaslu Pastikan tak Tebang Pilih
Orientasi, Ketua Bawaslu Minta PPPK Ikuti Aturan
Sukseskan Pilkada Serentak 2024, Kemendagri Ingatkan Netralitas Penyelenggara Pemilu
Antisipasi Kerawanan Pilkada Serentak, Bawaslu Instruksikan Pencegahan
Yusril Mundur dari Ketum Partai Bulan Bintang, Digantikan Fahri Bachmi
Pilkada Serentak 2024, KPU Sosialisasikan Pendaftaran Jalur Perseorangan
Pemilu 2024, KPU Siap Hadapi Evaluasi di DPR RI
Peneliti BRIN Sarankan Aturan Batasan Keterlibatan Petahana dalam Pemilu

Berita Terkait

Senin, 3 Juni 2024 - 07:39 WIB

Awasi Pilkada Serentak 2024, Bawaslu Pastikan tak Tebang Pilih

Minggu, 26 Mei 2024 - 07:55 WIB

Orientasi, Ketua Bawaslu Minta PPPK Ikuti Aturan

Rabu, 22 Mei 2024 - 07:49 WIB

Sukseskan Pilkada Serentak 2024, Kemendagri Ingatkan Netralitas Penyelenggara Pemilu

Selasa, 21 Mei 2024 - 08:26 WIB

Antisipasi Kerawanan Pilkada Serentak, Bawaslu Instruksikan Pencegahan

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:22 WIB

Yusril Mundur dari Ketum Partai Bulan Bintang, Digantikan Fahri Bachmi

Senin, 6 Mei 2024 - 00:47 WIB

Pilkada Serentak 2024, KPU Sosialisasikan Pendaftaran Jalur Perseorangan

Minggu, 5 Mei 2024 - 00:14 WIB

Pemilu 2024, KPU Siap Hadapi Evaluasi di DPR RI

Jumat, 3 Mei 2024 - 01:57 WIB

Peneliti BRIN Sarankan Aturan Batasan Keterlibatan Petahana dalam Pemilu

Berita Terbaru