Gara-gara Indonesia, Singapura Bisa Gelap Gulita

- Publisher

Rabu, 20 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Krisis listrik mulai menjangkit di Singapura. Sejumlah perusahaan penyedia listrik di negeri Singa itu bertumbangan dan salah satunya pengecer listrik independen terbesar.

Dua di antaranya adalah Ohm Energy dan iSwitch. Perusahaan menghentikan operasi mereka di Singapura dengan alasan pasar listrik yang bergejolak.

Ohm Energy akan mentransfer semua rekening pengguna ke SP Group, perusahaan listrik milik negara di Singapura, Oktober. Sementara itu, iSwitch Energy, salah satu pengecer listrik independen terbesar di Singapura, mengatakan di situs webnya bahwa mereka akan menghentikan operasi ritel listrik pada 11 November.

Permintaan listrik yang lebih tinggi dari biasanya terjadi di Singapura, dengan permintaan tertinggi sebesar 7.667 megawatt yang tercatat pada 12 Oktober. Sayangnya permintaan ini tidak didukung oleh pasokan energi untuk pembangkit listrik yang memadai sehingga harga listrik menjadi mahal.

BACA JUGA:  Duh, Malaysia Perpanjang Pembatasan Sosial Hingga Akhir Tahun

Untuk diketahui, Singapura bergantung pada gas untuk pembangkit listrik. Sehingga sangat sensitif terhadap persediaan gas.

Masalahnya, pasokan gas Singapura terganggu. Otoritas Energi Singapura (EMA) menyebut ada pembatasan gas alam perpipaan dari West Natuna dan rendahnya gas yang dipasok dari Sumatera Selatan yang mengganggu pasokan gas untuk produksi listrik.

“Lonjakan baru-baru ini dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk permintaan listrik yang lebih tinggi dari biasanya, pemadaman beberapa unit pembangkit, pembatasan gas dari Natuna Barat, serta tekanan pendaratan yang rendah dari gas yang dipasok dari Sumatera Selatan,” kata EMA, melansir Reuters, akhir pekan lalu.

Gangguan pasokan gas dibenarkan oleh Julis Wiratno, Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas. Namun saat ini, ia berujar seharusnya semua sudah kembali normal.

BACA JUGA:  Kisah Pria Hidup dengan Kepala Terbalik Selama 44 Tahun: Saya Tak Pernah Kesulitan

“Distribusi gas pada September sudah mulai membaik, dibandingkan Juli yang mengalami gangguan produksi, namun belum kembali normal seperti awal tahun ini. Hal ini disebabkan penurunan laju produksi gas di salah satu lapangan” katanya dilansir dari CNBC Indonesia kemarin.

Sementara itu, saat dikonfirmasi CNBC Indonesia, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan sebenarnya masalah krisis energi Singapura adalah kombinasi. Namun memang pasokan RI mendominasi.

“Sekitar 60% pasokan gas mereka dari Indonesia,” tegasnya.

Bila ditelaah mundur, memang ada “gangguan” dari RI pada bulan Juli terutama disebabkan oleh penghentian yang tidak direncanakan di lapangan Anoa dan pemeliharaan terencana di lapangan Gajah Baru, keduanya terletak di Natuna. SKK Migas kala itu mengatakan produksi di Natuna turun 27,5% dari puncak sebelumnya menjadi 370 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

BACA JUGA:  Singapura Takut Disuntik Sinovac Gegara Ngeri Lihat Indonesia

Berdasarkan data badan itu di 2020, setidaknya ada tiga kontrak ekspor gas RI ke Singapura dengan pasokan minimal sekitar 700 MMSCFD. Yakni satu kontrak ekspor gas pipa ke GSPL Singapura, dua kontrak ekspor gas pipa ke SembGas.

Singapura sendiri adalah tujuan ekspor gas alam terbesar Indonesia. Dikutip dari data BPS (Badan Pusat Statistik), sepanjang Januari-Juli 2021 Indonesia mengekspor US$ 1,45 miliar atau Rp 20,43 triliun (kurs Rp 14.075).

Jumlah ini naik 50,75% dari periode yang sama tahun 2020. Jumlah ekspor gas alam ke Singapura setara dengan 40% dari total ekspor gas alam Indonesia. (RM/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru