Pantai Bebas Bikini di Arab Saudi, Ini Cerita Seorang WNI

- Publisher

Kamis, 21 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lelaki dan perempuan bebas berinteraksi di pantai Pure Beach, Arab Saudi / Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE

Lelaki dan perempuan bebas berinteraksi di pantai Pure Beach, Arab Saudi / Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE

Aturan serupa sebetulnya bukan hal baru di Saudi. Tri bercerita saat ia masih bekerja di sebuah hotel pada 2017 silam. Saat itu, salah satu koleganya yang berasal dari Libanon mengenakan bikini saat bertemu bosnya di pantai pulau pribadi di Al Khobar.
Tri menilai, tertutupnya Saudi dan minimnya ekspos menjadikan hal tersebut seperti sesuatu yang baru.

BACA JUGA:  Hoaks! Arab Saudi Larang Pasang Pengeras Suara di Masjid

Ramainya pemberitaan mengenai kebebasan pakaian di beberapa tempat wisata Saudi tentu menuai pro-kontra.

Menurut Tri, bagi mereka yang pro lantaran membutuhkan tempat untuk rekreasi.

“Itu sih sebenarnya tujuan mereka,” katanya,

Namun bagi yang kontra, mereka tak punya tempat untuk menyuarakan keluhannya. Sebab beberapa tempat sifatnya pribadi, kata Tri.

BACA JUGA:  Arab Saudi Cabut Larangan Masuk Bagi WNI

Karena ini dilindungi banget ya. Misalnya oleh orang-orang penguasa. Jadi kaum minoritas tidak terekspos atau terdengar suara-suaranya.”

Pemerintah juga, kata Tri, tak akan menanggapi pemberitaan itu selama tidak mengganggu kawasan atau negaranya. Mereka akan tutup telinga.

Sebelumnya, Arab Saudi membuka sebagian kawasan destinasi wisata dengan melonggarkan beberapa aturan.

BACA JUGA:  Presiden Haiti Disiksa Sebelum Dibunuh, Lengan dan Kaki Patah

Hal tersebut menggemparkan lantaran Saudi dipandang sebagai negara yang konservatif. Beberapa wisatawan mengaku senang dengan aturan baru itu.

Mereka bisa menari dengan pasangannya di atas pasir putih di tepi Laut Merah dengan iringan musik tanpa rasa takut. Padahal sebelum tahun 2017, musik dilarang pemerintah Riyadh. (ER/CNNINDONESIA)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru