Selain Supply Babi, Pulau Bulan Jadi Sumber Impor Listrik Untuk Singapura

- Publisher

Rabu, 27 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peternakan babi di Pulau Bulan / Foto: Istimewa

Peternakan babi di Pulau Bulan / Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Singapura memutuskan untuk mengimpor pasokan listrik dari Indonesia.

Dalam tahapan uji coba awal, negara kota itu rencananya akan mengimpor sebanyak 100 megawatt (MW) pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang berlokasi di Pulau Bulan, Provinsi Kepulauan Riau pada 2024 mendatang

“Uji coba ini memungkinkan kami untuk mempelajari dan meningkatkan sistem dan proses kami saat kami meningkatkan impor,” kata Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura Gan Kim Yong dalam pidatonya di acara Singapore International Energy Week sebagaimana dikutip Reuters, Senin (25/10/2021).

BACA JUGA:  PLN Jamin Layanan Listrik pada KTT ke-43 ASEAN tanpa Kedip

“Kami juga akan mengimpor berbagai jenis energi rendah karbon dari berbagai belahan dunia untuk mendiversifikasi sumber kami dan meningkatkan keamanan energi.”

Dalam tahapan tersebut, nantinya konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan pembangkit listrik PacificLight Power akan menghubungkan pembangkit listrik tenaga surya di Pulau Bulan ke pembangkit listrik PacificLight Power yang berada di Singapura.

Nyatanya, Pulau Bulan tidak hanya menyimpan potensi kelistrikan. Pulau yang berada 2,5 km barat daya kota Batam itu juga menjadi pemasok daging babi yang besar ke Singapura.

BACA JUGA:  Singapura Siap Buka lagi Impor Karkas Babi dari Pulau Bulan

Setiap harinya, terdapat 1.000 ekor babi yang diekspor dari Pulau Bulan menuju negara yang berada di depan kota Batam itu.

Menurut pemberitaan di situs Badan Karantina Pertanian Kementan, Kementan pernah melakukan seremoni pelepasan ekspor babi potong sebanyak 985 ekor atau senilai Rp 3,5 miliar tujuan Singapura.

BACA JUGA:

1.000 Ekor Babi per Hari Dikirim ke Singapura dari Pulau Bulan

“Ini maksud kami yang adalah potensi yang kita punya, ini menyerap ribuan pekerja, pendapatan peternak, devisa negara,” papar Agus Sunanto selaku Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan Kementan saat melepas ekspor babi di Instalasi Karantina Hewan Pulau Bulan, Kepulauan Karimun (2/10).

BACA JUGA:  Juru Bicara Pemerintah: Satu-satunya Jalan Hadapi Virus Corona Yakni Ubah Cara Hidup

Sementara itu, kondisi kelistrikan Singapura tidak lepas dari campur tangan RI. Negara kota itu diketahui mendapatkan 60% pasokan gas alam dari Indonesia, tepatnya pipa gas West Natuna dan juga Sumatera Selatan (Sumsel). Gas sendiri meliputi 95% penggunaan listrik di negara itu. (RWH/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun
Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya
Gugatan Ganti “Laut China Selatan” Jadi “Laut Natuna Utara” Ditolak MK
Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 07:15 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD

Sabtu, 5 September 2026 - 11:15 WIB

Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terbaru