Ansar Ahmad: Angka Stunting Kepri Peringkat 33 se-Indonesia

- Publisher

Kamis, 4 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Gubernur Ansar Ahmad mengatakan angka kasus kekerdilan (stunting) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berada di peringkat 33 dari 34 provinsi seluruh Indonesia, pihaknya menargetkan 2024 daerah tersebut nihil.

“Angka stunting di Kepri cukup rendah, yaitu 16,8 persen. Urutan nomor dua terbawah di Indonesia,” kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Rabu 3 November 2021.

Meski begitu, pemerintah tetap punya kewajiban untuk mengakhiri stunting di Kepri. Menurunkan angka stunting seminimal mungkin bahkan sampai tuntas .

BACA JUGA:  Isdianto : Kita Siapkan Lahan 20 Hektar Untuk Pembangunan Pangkogabwilhan I

Menurutnya target tersebut dapat tercapai apabila dilakukan bersama-sama dengan para pemangku kepentingan terkait, salah satunya perguruan tinggi.

“Pemprov Kepri secara penuh membutuhkan kepada perguruan tinggi seluruh Kepri dalam upaya menurunkan angka kekerdilan di Bumi Segantang Lada ini,” ungkap Ansar.

Ansar mengapresiasi perjanjian kerjasama yang telah dilakukan perguruan tinggi seluruh Kepri dan BKKBN dalam rangka penanganan kekerdilan di daerah tersebut.

BACA JUGA:  Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 di Tanjungpinang Capai 56 Persen

Perguruan tinggi siap melaksanakan pengabdian masyarakat melalui KKN/PKL dan tematik pencegahan kekerdilan lainnya secara bersama untuk menurunkan prevalensi angka kekerdilan secara nasional menjadi 14 persen.

“Menyelesaikan persoalan kekerdilan harus dilakukan secara integral holistik dan dengan kualitas yang bagus. Ikut sertanya seluruh perguruan tinggi di Kepri diharapkan bisa memenuhi penuntasan stunting dengan kualitas yang bagus,” kata Ansar.

BACA JUGA:  Kepri PPKM Level I, Salat di Masjid Tidak Perlu Jaga Jarak

Perguruan tinggi bisa mengambil peran dengan cara memanfaatkan riset, penelitian, inovasi dan bahkan belajar dari beberapa negara lain dalam menuntaskannya atau bisa dengan menyusun berbagai strategi lainnya.

Selain perguruan tinggi, Ansar juga mendukung penuh usaha sub sistem lainnya dalam upaya penuntasan kekerdilan seperti pendamping keluarga, mahasiswa peduli stunting, TP PKK seluruh kabupaten/kota dan Posyandu. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Kabar Baik! Tanjungpinang Usulkan Ribuan Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah
BP Batam Gandeng Kejati Kepri Perkuat Penanganan Masalah Hukum
MTQH XX Tanjungpinang 2026 Resmi Dibuka, Melayu Square Bergemuruh Penuh Semarak
Bikin Siswa Antusias, ‘Naruto, One Piece dan Vampir’ Antar Makanan Bergizi ke MIN Tanjungpinang
Komisi IX DPR RI Tinjau Tambak Udang di Tanjungpinang, Dorong Investasi dan Serapan Tenaga Kerja
Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan
Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 07:40 WIB

Kabar Baik! Tanjungpinang Usulkan Ribuan Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Selasa, 28 April 2026 - 20:57 WIB

BP Batam Gandeng Kejati Kepri Perkuat Penanganan Masalah Hukum

Selasa, 28 April 2026 - 09:18 WIB

MTQH XX Tanjungpinang 2026 Resmi Dibuka, Melayu Square Bergemuruh Penuh Semarak

Kamis, 23 April 2026 - 09:00 WIB

Bikin Siswa Antusias, ‘Naruto, One Piece dan Vampir’ Antar Makanan Bergizi ke MIN Tanjungpinang

Kamis, 23 April 2026 - 07:06 WIB

Komisi IX DPR RI Tinjau Tambak Udang di Tanjungpinang, Dorong Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

Berita Terbaru