Punya Anak dan Istri di Batam, Lansia Ini Hidup di Hutan Singapura Selama 33 Tahun

- Publisher

Minggu, 6 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selama ini negeri Singapura dikenal dengan kemajuan dan modernisasinya. Namun siapa sangka dibalik glamornya, muncul berita mengenai sosok pria lanjut usia (lansia) bernama Oh Go Seng. Foto: Istimewa

Selama ini negeri Singapura dikenal dengan kemajuan dan modernisasinya. Namun siapa sangka dibalik glamornya, muncul berita mengenai sosok pria lanjut usia (lansia) bernama Oh Go Seng. Foto: Istimewa

Untuk bertahan hidup, dia sehari-hari bekerja serabutan sembari menjual sayur-sayuran yang ditanamnya di hutan, seperti ubi, daun pandan, dan cabai.

Oh Go Seng hidup menyatu dengan alam.

Untuk mengisi perutnya, dia rutin memasak bubur dengan menggunakan tungku api terbuka.

Sedangkan untuk membersihkan diri, Oh mandi dengan menggunakan air dari kolam yang berdekatan dengan tendanya.

BACA JUGA:  Jahat! Janda Cantik Ini Dibunuh Pacarnya Gara Gara Ada Bau Sperma di Sofa

Keberadaan Oh Go Seng bukan tidak diketahui oleh warga sekitar di distrik Choa Chu Kang.

Warga di sana justru kerap menolong Oh dengan memberikan pakaian dan makanan kepadanya.

Mereka juga terkadang membeli sayur-sayuran yang dijualnya.

Sejumlah pelari dan pendaki yang berolahraga di kawasan hutan juga pernah melihatnya.

Warga-warga ini memilih untuk tidak menganggu kehidupan Oh.

BACA JUGA:  Pergoki Suaminya Berzina dengan Keponakan, Istri Bongkar Suaminya yang Taat Beribadah

Mengaku istri dan putrinya ada di Batam
Oh Go Seng rupanya memiliki keluarga yang tinggal di Indonesia.

Ketika diwawancarai jurnalis dari Shin Min Daily News, Oh mengaku dirinya memiliki istri dan anak perempuan yang hidup di Batam.

Dia mengenal istrinya di Jakarta sekitar 19 tahun lalu.

BACA JUGA:  Corona Masih Menggila, China Ngotot Gelar Festival Makan Daging Anjing

Oh mengaku rutin mengunjungi keluarganya sebelum pandemi COVID-19.

Dia juga bercerita sering mengirimkan tunjangan bulanan sebesar 500 Dollar Singapura (Rp 5,4 juta) kepada istrinya yang berusia sekitar 50-an itu.

Putri semata wayang Oh yang saat ini berusia 19 tahun dilaporkan sedang berkuliah kedokteran di salah satu universitas di Batam. (DI/KOMPAS)

Berita Terkait

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terbaru