Tiba di Kepri, Pria Ini Terhalang Pandemi untuk Naik Haji ke Mekah Pakai Sepeda

INIKEPRI.COM – Muhammad Fauzan, pria asal Magelang, Jawa Tengah ini telah 3 bulan mengayuh sepedanya meninggalkan kampung halaman.

Fauzan, bertujuan ke Kota Mekah di Arab Saudi dengan nekat menggunakan sepeda.

“Tujuan saya karena kerinduan akan Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji,” ungkap Fauzan, di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dilansir dari KOMPAS, Minggu (13/2/2022).

Fauzan juga berniat melanjutkan pendidikannya di kota suci umat Islam itu.

“Tujuan saya yang kedua menuntut ilmu di sana. Kalau bisa di sekolah formal, maka saya akan ambil S2 sekitar dua tahun. Tapi, kalau tidak, saya belajar sama syekh-syekh sekitar tiga atau empat bulan,” kata pria lulusan Hukum Islam Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar.

Keinginan Fauzan untuk menjalankan ibadah haji dan belajar di Arab Saudi telah muncul sejak masa kuliah.

Pria kelahiran 20 juli 1993 kerap mencoba mendaftar ke perguruan-perguruan tinggi yang ada di Arab Saudi melalui jalur online.

Dalam persiapannya, Fauzan juga menabungkan sebagian uangnya.

Namun sayang, hingga lulus kuliah dan mengajar di beberapa tempat, dirinya belum mendapat panggilan untuk menjadi mahasiswa di sana.

“Sebelumnya saya pernah ikhtiar daftar online untuk belajar di sana. Itu saya terus daftar sejak awal kuliah di Makassar tahun 2014 hingga lulus tahun 2018. Lalu saya penugasan ngajar di Pare 3 tahun, sampai tugas juga di Malang. Tapi, belum dipanggil juga,” papar Fauzan.

Fauzan mengakui, sebelum memulai perjalanan, dirinya jarang bersepeda. Ia hanya berlatih selama tiga minggu sebelum berangkat.

Akan tetapi, dengan keyakinan dan beberapa kisah inspiratif yang ia peroleh, Fauzan memulai perjalanannya.

Akhirnya Fauzan membulatkan tekad untuk berangkat ke Arab Saudi. Tapi, dengan cara yang tidak biasa, yaitu dengan bersepeda.

“Alternatif sepeda ini sebenarnya mendadak. Saya berpikir, kenapa ada yang ke Nepal pakai sepeda bisa. Ada juga yang ke Mekah memakai sepeda dan sepeda motor. Untuk mewujudkan keinginan saya ke Mekah, maka saya putuskan dengan bersepeda,” sebut dia.

Niatnya itu diutarakan kepada sang istri, Dian Ayu Rizki dan anggota keluarga yang lain.

Meski sempat mendapat sedikit halangan, tapi setelah Fauzan memberikan penjelasan, akhirnya keluarga mengizinkannya untuk berangkat.

Bermodalkan tabungan yang selama ini telah dikumpulkan, Fauzan kemudian membeli sebuah sepeda dan memulai perjalanan jauhnya.

Pada tanggal 4 November 2021, Fauzan memulai perjalanan dari Magelang.

Sejumlah persiapan seperti alat untuk memperbaiki sepeda hingga tenda ia bawa.

Setiap harinya, Fauzan menempuh jarak ratusan kilometer.

Cukup banyak rintangan yang dilalui Fauzan. Mulai dari ban bocor di tengah jalan hingga kesehatan yang sempat drop.

Jika malam datang, Fauzan bermalam di masjid, kantor-kantor persatuan Muhamadiyah, pondok pesantren, persatuan komunitas sepeda, warung-warung ataupun mendirikan tenda untuk beristirahat.

Terhalang Pandemi COVID-19

Kayuhan pertama sepeda Fauzan untuk mewujudkan niatnya dimulai 3 bulan yang lalu.

Tepatnya pada tanggal 4 November 2021, Fauzan memulai perjalanan dengan menempuh jarak ratusan kilometer setiap hari.

Bergerak dari Magelang, Fauzan melewati sejumlah daerah menuju Pelabuhan Merak.

Dari pelabuhan di ujung Pulau Jawa, Fauzan menyeberang ke pelabuhan Bakauheni Provinsi Lampung, Pulau Sumatera.

Selanjutnya Fauzan menuju ke Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, dan kemudian menyeberang menggunakan kapal laut ke Kota Batam.

Perkiraan awal, Fauzan dapat mencapai Kota Mekah dengan menempuh 8 bulan perjalanan.

Rutenya Batam, Malaysia, Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Dubai dan Arab Saudi.

Sayangnya, akibat pandemi COVID-19, Fauzan belum bisa menyeberang ke Malaysia.

“Dengan Bismillah dan keyakinan, saya berangkat di masa pandemi yang belum jelas kapan selesainya,” ungkap dia.

Karena belum dapat melanjutkan perjalanan ke luar negeri, Fauzan berkeliling di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), hingga menunggu Malaysia membuka pintu masuknya.

Dari Batam, Fauzan menyeberang ke Pulau Bintan. Ia bersepeda di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.

“Kabarnya 1 Maret nanti Malaysia buka. Jadi, saya lanjut menyeberang. Saya hanya ingin menempuh jalur yang legal untuk berangkat,” ujar dia.

Namun, apabila Malaysia masih belum membuka perjalanan transportasi laut antarnegara, Fauzan berencana untuk bersepeda kembali ke Pulau Sumatera.

Fauzan akan menyeberang ke Kota Dumai Riau, kemudian lanjut ke Sumatera Utara dan Aceh.

“Kalau belum bisa jalan, saya mau ke titik 0 kilometer dulu di Sabang Aceh,” ucap dia. (RP/KOMPAS)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!