Ini Syarat Mudik Lebaran 2022 Naik Pesawat

INIKEPRI.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) angkat bicara terkait sejumlah persyaratan yang wajib dipatuhi masyarakat selama mudik lebaran tahun 2022. Pemerintah hingga saat ini, masih menggodok aturan tersebut.

Vaksinasi lengkap dan booster seperti diketahui akan menjadi syarat utama para pelaku perjalanan yang ingin melakukan aktivitas mudik pada tahun ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan sudah merestui kebijakan ini.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati memastikan pemerintah akan merumuskan aturan lengkap perjalanan mudik salah satunya adalah pengaturan dan pengendalian moda transportasi.

“Hal-hal terkait pengaturan dan pengendalian di dalam moda atau sarana maupun prasarana, termasuk pengawasannya,” kata Adita melalui pesan singkat dilansir dari CNBC Indonesia.

Adita tak menampik bahwa nantinya aturan kapasitas maksimal transportasi darat, laut, dan udara akan kembali dibatasi. Namun, hal tersebut sampai saat ini masih akan didiskusikan dengan pemangku kepentingan terkait.

“Itu [kapasitas maksimal transportasi] juga akan diatur,” kata Adita.

Adita menegaskan saat ini otoritas perhubungan masih menunggu edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sebagai rujukan syarat kesehatan sebelum menerbitkan aturan perjalanan selama mudik.

“Kami menunggu rujukan SE [surat edaran] Satgas. [Aturan terbit] setelah SE Satgas sebagai rujukan syarat kesehatan,” tegas Adita,

Lantas, bagaimana syarat mudik lebaran dengan naik pesawat?

Hingga saat ini, syarat perjalanan naik pesawat masih merujuk pada Surat Edaran (SE) 11/2022, di mana para pelaku perjalanan dalam negeri tak perlu lagi menunjukkan hasil tes RT-PCR atau rapid tes antigen jika sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau booster.

Sementara itu, bagi pelaku perjalanan luar negeri yang baru mendapatkan satu kali vaksin, tetap wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam atau rapid tes antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Adapun bagi pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang tidak bisa mendapatkan vaksinasi wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam.

Atau rapid test yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Untuk pelaku perjalanan domestik yang berusia di bawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (DI/CNBCINDONESIA)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!