Melihat Lebih Dalam Fenomena ‘Resesi Seks’ yang Hantam Singapura

- Publisher

Kamis, 28 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Singapura mulai merencanakan untuk mengizinkan para wanita lajang untuk membekukan sel telurnya mulai tahun depan.

Hal ini ditegaskan Kantor Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong seperti dikutip South China Morning Post, Rabu (27/4/2022).

“Kami menyadari bahwa beberapa wanita ingin mempertahankan kesuburan karena keadaan pribadi mereka,” kata pemerintah, dilansir dari CNBCINDONESIA.

“Misalnya, mereka yang tidak dapat menemukan pasangan saat mereka masih muda, tetapi ingin memiliki kesempatan untuk hamil jika mereka menikah nanti.”

Langkah ini merupakan kejutan bagi wanita lajang Singapura. Selama ini, hal tersebut telah dilakukan sejumlah negara tetangga termasuk Malaysia,Thailand dan Indonesia.

BACA JUGA:  Singapura Temukan Penularan Lokal Pertama Omicron

Mengapa ini terjadi?

Ini tak lain adalah akibat penurunan angka kelahiran di negara itu. Setidaknya ada beberapa hal yang menyebabkan ini.

Singapura mencatat rendahnya pernikahan. Mengutip Channel News Asia (CNA) hanya ada 19.430 pernikahan yang terjadi pada tahun 2020 di Singapura, berdasar data yang rilis 2021.

Jumlah ini menurun sebesar 12,3% dari 22.165 pernikahan pada tahun sebelumnya. Ini merupakan angka terendah sejak tahun 1986, yakni 19.348 pernikahan.

Bukan hanya itu, COVID-19 juga jadi sebab lain. Banyak warga juga menunda pernikahan karena pandemi.

BACA JUGA:  Belanja di Singapura Bisa Pakai Rupiah Mulai Tahun Depan

Selain itu, kurang bersemangatnya para wanita melakukan hubungan seks menjadi penyebab fenomena ini.

Dalam sebuah riset yang dilakukan Rumah Sakit Wanita dan Anak KK (KKH) Singapura akhir tahun lalu, disimpulkan bahwa 60% wanita Singapura yang disurvei mengalami “resesi seks”, memiliki fungsi seksual yang rendah.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,6% wanita Asia di Singapura menunjukkan skor kurang dari 22, menunjukkan bahwa mereka berisiko mengalami disfungsi seksual wanita,” ungkap penelitian tersebut kala itu.

“Wanita-wanita ini juga lebih kecil kemungkinannya untuk mencoba hamil dan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil,” kata rumah sakit itu.

BACA JUGA:  Melangkah ke Era Digital Mandiri, China Uji Teknologi Internet Satelit

Ini pun berdampak pada pertumbuhan populasi Singapura. Di 2021, angka kelahiran negara kota itu hanya mencapai 1,12 bayi per wanita.

Ini sangatlah rendah dibandingkan rata-rata global yang berkisar di angka 2,3. Namun Singapura memang telah mengalami angka kelahiran terus menerus sejak 1965.

Sebenarnya, pemerintah Singapura telah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan keinginan punya anak di negara itu. Negara pun memberikan hadiah 3.000 dolar Singapura atau 31 juta rupiah. (DI/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terbaru