Rusuh di India Meluas, Pemerintah Tutup Akses Internet dan Blokir Media Sosial

- Publisher

Senin, 20 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rusuh di India. Foto: Istimewa

Rusuh di India. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Situasi dan kondisi di beberapa wilayah di negara India semakin tidak kondusif.

Sejumlah aksi kerusuhan terus melanda negara ini sejak kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Setelah kerusuhan SARA berkepanjangan akibat kebijakan yang mendiskreditkan umat Islam, sampai kasus penghinaan Nabi Muhammad SAW oleh politisi lokal hingga beberapa kasus lainnya.

BACA JUGA:

HMI MPO Cabang Batam Madani Desak India Minta Maaf kepada Umat Muslim Dunia

Terbaru, India kembali membara gara-gara demonstrasi menentang kebijakan perekrutan militer dengan waktu singkat.

Untuk menanggulangi sejumlah aksi kerusuhan ini, pemerintah India menangguhkan layanan Internet di sejumlah wilayah dan memblokir platform media sosial seperti Facebook, Twitter dan Whatsapp.

BACA JUGA:  Ini 5 Negara dengan Biaya Haji Paling Mahal di Dunia

Pembatasan dan pemblokiran ini berlangsung di 15 dari 38 distrik di Bihar.

Pejabat senior kepolisian Sanjay Singh mengatakan tindakan ini perlu karena dalam aksi-aksi protes di negara bagian itu, para pengunjuk rasa membakar kereta dan bus untuk mengungkapkan kemarahan.

Belasan pengunjuk rasa tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangkaian protes di beberapa wilayah India.

Terbaru adalah aksi massa menentang kebijakan baru Perdana Menteri Narendra Modi untuk merekrut tentara dengan masa dinas singkat.

BACA JUGA:  Apple Kini Jadi Perusahaan Terkaya di Dunia, Kalahkan Saudi Aramco

Sistem perekrutan bernama Agnipath (jejak api) itu akan menerima lebih banyak orang di kemiliteran dengan kontrak empat tahun. Tujuannya agar rata-rata usia tentara India yang berjumlah 1,38 juta orang dapat turun dan pemangkasan anggaran pensiun.

Kebijakan ini membuat masyarakat turun ke jalan-jalan di Bihar, Telangana, Uttar Pradesh dan Bengal Barat untuk memprotes rencana itu.

Para pemrotes yang kebanyakan pemuda mengatakan rencana itu akan membatasi kesempatan mereka mendapatkan pekerjaan tetap di angkatan bersenjata. Pekerjaan tetap memberikan jaminan gaji, pensiun dan manfaat lain.

BACA JUGA:  Aktivis Vegan Ini Nekat Demo Bertelanjang Dada

Di Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India, polisi telah menangkap sedikitnya 250 orang. Sejumlah demonstran menuduh polisi bertindak berlebihan.

Menteri Pertahanan Rajnath Singh mengimbau para pemuda untuk mendaftarkan diri berdasarkan skema baru itu. Kepala staf angkatan laut mengatakan protes itu di luar perkiraan dan mungkin diakibatkan oleh misinformasi tentang sistem perekrutan yang baru.

”Saya tidak mengira ada protes seperti ini,” kata Laksamana R. Hari Kumar kepada stasiun TV ANI. (RP/MINEWS)

Berita Terkait

Mendadak Presiden Mundur! Bank Raksasa Kolaps, Negara Diguncang Krisis
Dari Keluarga Perantau asal Padang ke Kursi Wali Kota Kanada, Kisah Alvin Tedjo Bikin Bangga
Demi Pariwisata dan Investasi, Negara Islam Resmi Izinkan Lotre dengan Hadiah Puluhan Miliar
Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:01 WIB

Mendadak Presiden Mundur! Bank Raksasa Kolaps, Negara Diguncang Krisis

Minggu, 1 November 2026 - 08:10 WIB

Dari Keluarga Perantau asal Padang ke Kursi Wali Kota Kanada, Kisah Alvin Tedjo Bikin Bangga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Demi Pariwisata dan Investasi, Negara Islam Resmi Izinkan Lotre dengan Hadiah Puluhan Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Berita Terbaru