Neta menilai kedua institusi itu punya punya kebijakan yang bebeda terkait kasus itu.
Dalam kasus LGBT di TNI, bisa dijelaskan secara transparan bahwa terdapat 20 berkas perkara yang masuk ke peradilan militer menyangkut persoalan hubungan sesama jenis.
BACA JUGA:
Astaghfirullah! Pasangan Gay Kepergok Gancet di Pinggir Jalan
TNI yang terlibat dalam kasus itu, yakni melibatkan dokter yang pangkatnya perwira menengah, lulusan baru dari Akmil dan terendah prajurit dua (Prada).
Neta secara tegas mengapresiasi langkah TNI AD membuka hal ini secara transparan, sehingga bisa segera diatasi dengan tuntas.
“Mereka adalah korban LGBT di lembaga pendidikan. Pelatihnya punya perilaku menyimpang. Lalu memanfaatkan kamar-kamar siswa untuk LGBT. Apa yang terjadi di TNI ini tentu tak boleh dibiarkan dan harus ada upaya untuk membersihkannya,” kata Neta.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















