Atasi Krisis Solar untuk Nelayan, DKP Kepri Minta Tambah Kuota

- Publisher

Minggu, 28 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu nelayan tradisional sedang beraktivitas di Perairan Kawal, Kabupaten Bintan, Kepri. Foto: ANTARA/Nikolas Panama

Salah satu nelayan tradisional sedang beraktivitas di Perairan Kawal, Kabupaten Bintan, Kepri. Foto: ANTARA/Nikolas Panama

INIKEPRI.COM – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau Tengku Said Arif Fadillah meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk menambah kuota solar bersubsidi guna mengatasi krisis bahan bakar yang dialami para nelayan.

“Dalam beberapa pekan terakhir nelayan di Kepri mengalami kesulitan mendapatkan solar, sehingga tidak dapat melaut. Banyak kapal di Bintan, Tanjungpinang, Lingga, Batam, Natuna, Karimun dan Anambas yang parkir di pelabuhan, sehingga produksi ikan menurun,” kata Arif di Tanjungpinang, dilansir dari kantor berita negara ANTARA, Sabtu 27 Agustus 2022.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Kepri Minta PPKM Level 4 Tak Diperpanjang

Mantan Sekda Kepri itu menjelaskan, jumlah nelayan di Kepri mencapai 194.221 orang, sebagian besar merupakan nelayan tangkap. Berdasarkan hasil kajian DKP Kepri, solar yang dibutuhkan nelayan mencapai 124.000 kilo liter.

BACA JUGA:

DKP Kepri: Investor dari Singapura dan Korsel Tertarik Bisnis Rumput Laut

Sementara kuota solar bersubsidi yang diberikan BPH Migas 126.000 kilo liter, namun tidak hanya digunakan untuk nelayan, melainkan juga kapal komersial yang disubsidi pemerintah, UMKM dan pariwisata. Permasalahan yang muncul ke permukaan yakni tidak ada pembatasan pembelian solar bersubsidi tersebut untuk kegiatan selain nelayan.

BACA JUGA:  Nelayan di perbatasan Malaysia-Singapura Harus Waspadai Cuaca Ekstrem

Hal itu menjadi salah satu menyebab terjadinya kelangkaan solar untuk nelayan.

“Kami ingin nelayan mendapat kuota solar khusus, tidak bercampur dengan aktivitas lainnya,” ucapnya.

Saat ini, menurut dia, nelayan yang biasanya dapat melaut hingga 30 hari, hanya mampu melaut 10 hari lantaran kehabisan solar. Nelayan tidak mampu membeli solar nonsubsidi yang harganya mencapai Rp18.000 per liter.

BACA JUGA:

Neko: 120 Ribu Lebih Nelayan di Kepri Butuh Kepastian BBM Bersubsidi

Disparitas harga solar bersubsidi Rp5.150 per liter dengan solar industri juga dikhawatirkan menimbulkan permasalahan lainnya.

BACA JUGA:  Pemprov Kepri Bentuk Peta Jalan Pengendalian Inflasi, Sinkronisasi Progja TPID dengan Karakteristik Daerah

“Saya khawatir solar bersubsidi ini dialihkan untuk kegiatan lain sehingga terjadi kelangkaan,” ujarnya.

Arif mengatakan, produktivitas ikan yang menurun setelah terjadi krisis solar untuk nelayan menyebabkan harga ikan yang dijual pedagang menjadi tinggi. Untuk mengatasi kelangkaan ikan, pihaknya sudah memiliki pengusaha ikan yang memiliki “cold storage” atau lemari pendingin tempat penyimpanan ikan mengeluarkan stok ikan sesuai kebutuhan pasar.

“Pemilik ‘cold storage’ di Batam mengeluarkan 5 ton ikan sehari untuk Batam dan 3 ton di Tanjungpinang,” katanya. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Lomba, Dua Siswi MIN Tanjungpinang Asah Kreativitas di Fun and Run 2026
Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP
Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia
Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru
Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz
Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik
Tanjungpinang Terima Bantuan Rehabilitasi 589 Rumah Tidak Layak Huni dari Pemerintah Pusat
Wali Kota Tanjungpinang Terbitkan Edaran GAMAS, ASN Boleh Terlambat Demi Antar Anak ke Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Bukan Sekadar Lomba, Dua Siswi MIN Tanjungpinang Asah Kreativitas di Fun and Run 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:42 WIB

Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:59 WIB

Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:24 WIB

Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz

Berita Terbaru