Melongok lebih jauh laporan BPS, disebutkan bahwa struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada kuartal III 2022 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 56,3 persen.
“Penyumbang ekonomi di Pulau Jawa berasal dari DKI Jakarta dengan andil 1,65 persen. Sektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta adalah perdagangan, informasi dan komunikasi,” jelas Margo.
Bila dirinci peran provinsi lain di pulau Jawa yaitu Jawa Timur sebesar 1,43 persen, Jawa Barat sebesar 1,39 persen, Jawa Tengah sebesar 0,8 persen, Banten sebesar 0,4 persen, dan DI Yogyakarta sebesar 0,09 persen.
Pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatra mencapai 4,71 persen. Sumatra memberikan andil ke pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 22 persen. Provinsi dengan kontribusi terbesar ke Pulau Sumatra adalah Sumatra Utara dengan andil 1,14 persen.
Provinsi lain yang memberikan andil yaitu Riau (0,99 persen), Sumatra Selatan (0,74 persen), Kepulauan Riau (0,44 persen), Lampung (0,42 persen), Jambi (0,34 persen), Sumatra Barat (0,33 persen), Aceh (0,12) Kepulauan Bangka Belitung (0,10 persen), dan Bengkulu (0,09 persen).
Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan mencapai 5,67 persen dengan andil 9,42 persen ke pertumbuhan ekonomi kuartal III 2022. Dengan andil tertinggi dari provinsi Kalimantan Timur (2,77 persen).
Sumber pertumbuhan utama di provinsi Kalimantan Timur adalah industri pengolahan, pertambangan dan Penggalian. Andil dari provinsi lain di Pulau Kalimantan yaitu Kalimantan Barat (0,97 persen), Kalimantan Selatan (0,83 persen) Kalimantan Tengah (0,73 persen)dan Kalimantan Utara (0,37 persen). (RP)
Halaman : 1 2

















