Sosok Menkeu Harus Menguasai Makro-Mikro Ekonomi, Nama Purbaya Muncul

- Publisher

Selasa, 30 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) saat meresmikan Rumah Batik Fractal LPS, di Sukabumi., Kamis (25/7/2024). Foto: Ismadi Amrin/InfoPublik.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) saat meresmikan Rumah Batik Fractal LPS, di Sukabumi., Kamis (25/7/2024). Foto: Ismadi Amrin/InfoPublik.

INIKEPRI.COM – Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan di forum-forum internasional terus menunjukkan keseriusannya menata platform ekonomi yang tepat ditengah berbagai tantangan ekonomi global.

Karenanya, posisi Menteri Keuangan (Menkeu) ke depan harus ditempati oleh sosok yang punya talenta hebat serta mumpuni, baik di bidang makro maupun mikro ekonomi.

Tokoh Alumni Institute Teknologi Bandung (ITB) Hendry Harmen pada Senin (29/7/2024) mengakui bahwa dirinya sudah mendengar sejumlah nama yang berpeluang menjadi Kandidat Menkeu.

Menurutnya, sosok yang tepat untuk menjabat Menkeu di pemerintahan Prabowo-Gibran adalah Purbaya Yudhi Sadewa yang saat ini sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Hendry Harmen, yang sempat menjadi Ketua Alumni ITB DKI Jakarta 2009-2015, menilai sosok Menkeu harus memiliki latar belakang yang tidak biasa biasa saja, memiliki knowledge serta mumpuni mengelola APBN, dapat bekerja sama dengan otoritas moneter, mengendalikan inflasi serta memacu pertumbuhan.

“Sosok Purbaya sangat tepat diajukan jadi menkeu, beliau pernah jadi direktur di Danareksa jadi paham makro serta korporasi, pernah di Kemaritiman, di Kemenkoperekonomian, hingga sekarang jadi Ketua Dekom LPS,” ujar Harmen.

BACA JUGA:  Kominfo Blokir TEMU, Dirjen IKP: Negara Hadir Lindungi UMKM

“Ingat beliau itu seorang pemikir/ilmuwan dengan latar belakang pendidikan sarjana Teknik Elektro ITB, sangat memahami soal soal yang berkaitan dengan pemodelan matematik dalam mengatasi masalah ekonomi mikro maupun makro. Pemodelan matematik adalah salah satu metoda untuk menggambarkan situasi terkini dan proyeksi situasi ke depan ekonomi nasional dengan cara pemecahan soal soal secara matematik dan numerik,” tutur Harmen.

Harmen mengatakan, dengan menyelesaikan pendidikan Master dan Doktornya di bidang ekonomi di Purdue University, Indiana USA, makin menambah kemampuan Purbaya dalam memahami persoalan ekonomi nasional.

“Purbaya sangat mampu merumuskan jalan keluar persoalan rumit perekonomian nasional dengan tepat, logik, dan terukur melalui pemodelan ekonomi yang sangat beliau kuasai. Menkeu kabinet mendatang adalah menkeu yang tidak bisa dipengaruhi oleh pihak manapun kecuali presidennya sendiri” tambah Harmen.

BACA JUGA:  Transaksi Ekonomi Digital Indonesia Diproyeksikan Capai 360 Miliar Dolar AS

Purbaya Yudhi Sadewa diangkat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 58/M Tahun 2020 tanggal 3 September 2020 serta satu satunya petinggi di LPS yang dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Sebelum menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya sempat menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Mei 2018-September 2020)

Purbaya adalah Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016 – Mei 2018), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (November 2015-Juli 2016)

Jabatan lain yang lernah diemban Pyrbaya adalah Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (April 2015-September 2015), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kement]erian Koordinator Bidang Perekonomian (2010-2014)

Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010-2014), Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan “Pokja IV”, di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-sekarang)

BACA JUGA:  Penghapusan Utang Nelayan Bentuk Kepedulian Presiden pada Rakyat

Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016-sekarang) dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015-sekarang).

Purbaya yang sebelumnya sebagai Chief Economist Danareksa Research Institute (Juli 2005-Maret 2013) hanya fokus pada tugas tugasnya sebagai Ketua Dekom LPS Hingga 2025 mendatang.

Harmen meyakini Purbaya akan mampu membantu dan menjalankan kebijakan Presiden Prabowo khususnya yang menjadi tanggung jawab Kementerian Keuangan.

“Semua nama-nama yang mengemuka termasuk Purbaya jika dipilih sebagai Menkeu adalah putra putra terbaik, kami sebagai pengamat/ahli adalah rakyat yang hanya bisa menyuarakan sosok terbaik itu melalui media” tambah Ketua Alumni ITB DKI Jakarta 2009-2015 Hendry Harmen.

Terkait beredarnya nama kandidat Menkeu di berbagai media, Purbaya Yudhi Sadewa, sosok yang sangat dekat dengan jurnalis itu hanya menjawab singkat. “Saya belum mendengar kabar soal itu,” kata Purbaya Yudhi Sadewa di Sukabumi, pekan lalu.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Batam Siapkan 64 Koperasi Merah Putih, Lima Titik Sudah Berdiri dan Siap Beroperasi: Ada yang Sudah Jual Sembako, LPG hingga Obat
Zarubezhneft Pastikan Lanjutkan Pengembangan Blok Tuna di Laut Natuna, Proyek Dimulai Juni 2026
Batam Tak Terbendung! Rp17,4 Triliun Mengalir dalam Tiga Bulan Pertama 2026, PMDN Melonjak 216 Persen
BP Batam Matangkan Proyek SWRO di Kabil dan Nongsa Digital Park, Air Laut Siap Disulap Jadi Penopang Industri
Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp 258,6 Miliar
BI Catat Pertumbuhan 7,04 Persen: Ekonomi Kepri Tumbuh Tertinggi di Sumatera, Ditopang Industri dan Migas
Pertamax Turbo hingga Dex Naik, Ini Daftar Harga BBM Terbaru
Koreksi Ekspor Batam Awal 2026, BP Batam Siapkan Respons Terarah

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:39 WIB

Zarubezhneft Pastikan Lanjutkan Pengembangan Blok Tuna di Laut Natuna, Proyek Dimulai Juni 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:29 WIB

Batam Tak Terbendung! Rp17,4 Triliun Mengalir dalam Tiga Bulan Pertama 2026, PMDN Melonjak 216 Persen

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:43 WIB

BP Batam Matangkan Proyek SWRO di Kabil dan Nongsa Digital Park, Air Laut Siap Disulap Jadi Penopang Industri

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:56 WIB

Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp 258,6 Miliar

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:58 WIB

BI Catat Pertumbuhan 7,04 Persen: Ekonomi Kepri Tumbuh Tertinggi di Sumatera, Ditopang Industri dan Migas

Berita Terbaru