Biden: AS Siap Bekerjasama dengan Negara Lain Atasi Tantangan Global

- Publisher

Rabu, 16 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo bersama presiden USA Joe Biden. Foto: Istimewa

Presiden Joko Widodo bersama presiden USA Joe Biden. Foto: Istimewa

Berbagai isu penting yang sedang dihadapi dunia yang berdampak pada kehidupan masyarakat global dibahas dalam pertemuan G20 Bali

INIKEPRI.COM – Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 15-16 November 2022 di Bali, membawa ‘angin segar’ untuk kehidupan dunia yang lebih baik.


Presiden Amerika Serikat Joe Biden, sehari menjelang KTT G20 menyatakan, Amerika Serikat siap bekerjasama dengan para pemimpin dunia untuk dunia yang lebih baik, khususnya dalam memperkuat dasar ekonomi global.

Pertemuan G20, kata Biden, akan lebih fokus membahas berbagai isu penting yang sedang dihadapi oleh dunia yang berdampak pada kehidupan masyarakat global.

“Itu berarti mengatasi penderitaan yang ditimbulkan oleh agresi Rusia, tidak hanya bagi Ukraina tetapi juga masyarakat dunia, terutama krisis pangan. Juga isu lain seperti dukungan keringanan utang dan investasi untuk keamanan dan kesehatan global,” kata Biden dalam konferensi pers di Hotel Hyatt, Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022).

BACA JUGA:  Presiden Korsel Tiba di Bali untuk Hadiri KTT G20

BACA JUGA :

KTT G20 Dukung Pencapaian Target 3,6 Juta Wisman ke Indonesia

“ KTT G20 merupakan forum penting bagi negara-negara ekonomi terbesar dunia untuk bekerja sama demi kebaikan masyarakat dunia dan memastikan dunia lebih siap menghadapi ancaman pandemi di masa depan,” ujarnya.

Sebelum bertolak ke Indonesia untuk mengikuti KTT G20 Bali, Biden melakukan perjalanan ke Mesir pada 11 November 2022, kemudian ke Kamboja 12-13 November untuk berpartisipasi dalam KTT tahunan AS-ASEAN.

Dalam kedua pertemuan itu, Biden juga menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk bekerja bersama negara-negara lain dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini.

BACA JUGA:  Prajurit TNI Nangis di Mapolres, Tangan Anaknya Putus: Tolong Bapak Pimpinan TNI…

“Izinkan saya berbicara singkat tentang agenda kami selama beberapa hari terakhir di Mesir, Kamboja, dan Indonesia. Di tengah momen tantangan global saat ini, mulai dari inflasi global krisis iklim, hingga perang Rusia melawan Ukraina, kami menyatukan koalisi mitra yang seluas-luasnya untuk dapat mencapai hasil,” ujarnya.

Biden menyatakan, pada Conference of the Parties (COP) 27 di Mesir, Amerika Serikat memajukan keamanan energi di dalam negeri dan di seluruh dunia dalam rangka mengatasi krisis iklim di samping memenuhi target emisi berdasarkan Perjanjian Paris.

BACA JUGA :

Batik Sarat Makna Para Menteri Indonesia di KTT G20

BACA JUGA:  Lima Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan pada Pekan Depan, Siapa Saja?

Selanjutnya, saat menghadiri KTT AS-ASEAN , Biden kembali menyampaikan komitmen bekerjasama dengan negara mitra Amerika Serikat untuk membantu mewujudkan kawasan yang bebas, terbuka dan aman.

“Saya bertemu dengan Australia, Jepang, dan Republik Korea, kami menggarisbawahi komitmen untuk memperkuat kerja sama menghadapi ancaman keamanan bersama,” ungkap Biden.

Di samping itu, ia juga bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping dan berdialog secara terbuka. Keduanya saling memahami untuk saling bekerjasama untuk memajukan HAM dan membela tatanan internasional.

“Kami akan bersaing dengan penuh semangat, tetapi saya tidak mencari konflik, saya ingin mengelola kompetisi ini secara bertanggung jawab. Dan saya ingin memastikan bahwa setiap negara mematuhi aturan lalu lintas internasional,” pungkasnya. (DI)

Berita Terkait

WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pemerintah Fokus Perkuat Birokrasi Digital
MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028
Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri
BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot
Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara
Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat
Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:48 WIB

WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pemerintah Fokus Perkuat Birokrasi Digital

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:03 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:03 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri

Senin, 27 Juli 2026 - 16:03 WIB

BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara

Berita Terbaru