Raksasa Kaca Negeri Tirai Bambu Bakal Investasi Rp165 Triliun di Batam

- Publisher

Kamis, 20 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri BKPM Bahlil Lahadalia saat berkunjung ke Xinyi Group. Foto: Instagram BKPM

Menteri BKPM Bahlil Lahadalia saat berkunjung ke Xinyi Group. Foto: Instagram BKPM

Sementara itu, CEO Xinyi Group Gerry Tung menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kemudahan dalam penanaman modal di Indonesia. Meningkatnya iklim investasi dan potensi ekonomi Indonesia merupakan salah satu faktor yang mendorong Xinyi Group memutuskan untuk menambah investasinya di Indonesia.

“Kami selama beberapa tahun ini sudah memperhatikan investasi di Indonesia sangat bagus. Banyak perubahan. Kita sudah investasi di Gresik, sekarang karena kita melihat perkembangan sangat bagus jadi kita tertarik untuk berkembang ke industri yang baru, termasuk yang di Batam ini,” jelas Gerry.

BACA JUGA:  Cahaya Ramadan Penuh Berkah, PLN Batam Salurkan 650 Paket Sembako

BACA JUGA :

5 Rekomendasi Hotel Budget Murah di Batam Center

Kenali Sejarah Kabupaten Karimun di Kepulauan Riau

Xinyi Group yang merupakan perusahaan dari Xinyi Glass dan Xinyi Solar adalah perusahaan multinasional yang berbasis di Hong Kong dan memiliki operasi di seluruh dunia. Perusahaan ini adalah salah satu produsen kaca terbesar, dengan berbagai produk kaca yang digunakan dalam sektor otomotif, konstruksi, dan energi.

BACA JUGA:  Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tidak Naik, Meski Nonsubsidi Disesuaikan

Selain itu, Xinyi Group menjadi pemimpin dalam pembuatan solar panel, memanfaatkan teknologi canggih dan berkelanjutan untuk mendukung transisi global ke energi terbarukan.

Selama periode 2018 hingga kuartal I-2023, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menempati peringkat kedua terkait Penanaman Modal Asing (PMA) senilai US$ 24,55 miliar. Investasi tersebut tersebar di lima wilayah di Indonesia, yaitu: Sulawesi Tengah (US$ 6,88 miliar), Jawa Barat (US$ 5,21 miliar), Maluku Utara (US$ 3,83 miliar), DKI Jakarta (US$ 1,74 miliar), dan Banten (US$ 1,45 miliar).

BACA JUGA:  Menteri ESDM Minta Petunjuk Presiden soal Pengelolaan Tambang oleh Pesantren

Adapun investasi Tiongkok di Indonesia mendominasi sektor Industri logam dasar (US$ 8,61 miliar); transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi (US$ 6,69 miliar); listrik, gas, dan air (US$ 2,75 miliar); real estat, kawasan industri dan perkantoran (US$ 1,74 miliar); serta industri kimia (US$ 1,95 miliar) (RBP/INVESTORDAILY)

Berita Terkait

Investasi Batam Tembus Rp44,01 Triliun, Amsakar Paparkan Strategi Dongkrak Daya Saing Kawasan
Pasokan Listrik Batam Bertambah 300 MW, Pemko Optimistis Investasi Kian Bergairah
Prakiraan Cuaca Kepri 17 Juli 2026: Batam hingga Natuna Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
BP Batam Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih, Dorong Peningkatan Kualitas SDM Unggul
Erlita Amsakar Ajak Kader PKK Perkuat Gerakan Eliminasi Tuberkulosis di Batam
Peremajaan Underpass Pelita Masuki Tahap Penyelesaian, BP Batam Targetkan Rampung Akhir Juli 2026
Program Makan Bergizi Gratis di Batam Kembali Bergulir 20 Juli, 139 Dapur Siap Beroperasi
BP Batam Dukung Pembangunan SMKN 13 Batam, Perkuat SDM Vokasi untuk Industri Masa Depan

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:30 WIB

Investasi Batam Tembus Rp44,01 Triliun, Amsakar Paparkan Strategi Dongkrak Daya Saing Kawasan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:18 WIB

Pasokan Listrik Batam Bertambah 300 MW, Pemko Optimistis Investasi Kian Bergairah

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:48 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri 17 Juli 2026: Batam hingga Natuna Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:27 WIB

BP Batam Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih, Dorong Peningkatan Kualitas SDM Unggul

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:12 WIB

Erlita Amsakar Ajak Kader PKK Perkuat Gerakan Eliminasi Tuberkulosis di Batam

Berita Terbaru