April 2024, APBN Surplus Rp75,7 Triliun

- Admin

Selasa, 28 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada akhir April 2024 mengalami surplus sebesar Rp75,7 triliun atau atau 0,33 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Foto: INFOPUBLIK

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada akhir April 2024 mengalami surplus sebesar Rp75,7 triliun atau atau 0,33 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Foto: INFOPUBLIK

INIKEPRI.COM – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada akhir April 2024 mengalami surplus sebesar Rp75,7 triliun atau atau 0,33 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pendapatan negara tercatat sebesar Rp924,9 triliun per April 2024. Nilai itu setara dengan 33 persen dari target APBN sebesar Rp2.802,3 triliun. Kinerja pendapatan negara terkontraksi sebesar 7,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) bila dibandingkan dengan April 2023.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KITA edisi Mei 2024 di Jakarta, Senin (27/5/2024).

Menkeu menambahkan, dibanding tahun lalu, pendapatan negara terjadi penurunan. Namun, kinerja belanja negara mengalami peningkatan sebesar 10,9 persen yoy.

“Jumlah realisasi belanja negara hingga April 2024 tercatat sebesar Rp849,2 triliun. Nilai ini setara dengan 25,5 persen dari pagu APBN sebesar Rp3.325,1 triliun,” ungkap Menkeu.

Sejalan dengan surplus itu, surplus keseimbangan primer juga masih terjaga. Keseimbangan primer hingga akhir April tercatat sebesar Rp237,1 triliun.

Baca Juga :  Capai Struktur Permodalan yang Makin Solid dan Kuat, Right Issue Belum Jadikan Alternatif

Keseimbangan primer adalah selisih dari total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Surplus keseimbangan primer mengindikasikan penerimaan negara cukup memadai untuk membiayai belanja negara sekaligus membayar seluruh atau sebagian pokok dan bunga utang.

Diketahui, sepanjang 2024 APBN terus mencatatkan surplus. Surplus APBN tercatat sebesar Rp31,3 triliun pada Januari dan Rp8,1 triliun pada Maret 2024.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Terbitkan SBR013, Pemerintah Targetkan Penjualan Rp20 Triliun
Cadangan Devisa Indonesia Mei 2024 Meningkat
BP Tapera Boleh Investasikan Dana Tapera ke Instrumen Sukuk dan SBN
Relaksasi Ekspor Tingkatkan Nilai Tambah Produk Pertambangan
Jamin Keamanan Operasi Migas, Pemerintah Terbitkan Sembilan Pedoman
Indonesia Terus Fokus Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Struktur Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Sehat
Cadangan Devisa April 2024 Tetap Tinggi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:20 WIB

Terbitkan SBR013, Pemerintah Targetkan Penjualan Rp20 Triliun

Sabtu, 8 Juni 2024 - 08:14 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Mei 2024 Meningkat

Kamis, 6 Juni 2024 - 07:32 WIB

BP Tapera Boleh Investasikan Dana Tapera ke Instrumen Sukuk dan SBN

Selasa, 4 Juni 2024 - 11:18 WIB

Relaksasi Ekspor Tingkatkan Nilai Tambah Produk Pertambangan

Selasa, 28 Mei 2024 - 07:34 WIB

April 2024, APBN Surplus Rp75,7 Triliun

Rabu, 22 Mei 2024 - 07:51 WIB

Jamin Keamanan Operasi Migas, Pemerintah Terbitkan Sembilan Pedoman

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:20 WIB

Indonesia Terus Fokus Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Kamis, 16 Mei 2024 - 00:42 WIB

Struktur Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Sehat

Berita Terbaru