Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Diberi Makanan Lain Selain ASI

- Admin

Senin, 3 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Kemenkes

Ilustrasi. Foto: Kemenkes

INIKEPRI.COM – Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lovely Daisy mengatakan pemberian makanan lain tidak boleh dilakukan ke bayi hingga usia enam bulan. Dalam hal ini hanya diberikan ASI saja atau istilahnya ASI eksklusif.

ASI eksklusif, artinya bayi hanya diberikan ASI saja, tanpa ada tambahan makanan dan minuman lainnya (kecuali obat obatan dalam bentuk sirup), dan diberikan saat bayi berumur 0-6 bulan. Pada usia ini, bayi tidak membutuhkan makanan lain, kecuali ASI.

Baca Juga :  Laksanakan Ibadah Puasa Ramadan, Ini Pesan Menkes

Melalui keterangan resmi yang dikutip INIKEPRI.COM, Senin (3/6/2024) Daisy mengatakan ketentuan diatas juga sesuai dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Makanan terbaik bagi bayi baru lahir adalah ASI. WHO merekomendasikan, sampai bayi berusia enam bulan, tidak diberikan makanan atau minuman lain, kecuali obat dan vitamin atau bayi dengan indikasi medis,” kata Daisy.

Jika pemberian selain ASI tetap dilakukan, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah infeksi pada bayi. Bayi dapat terkena diare dan meningitis, bayi lebih mungkin mengalami intoleransi. Bahkan bisa juga mengakibatkan alergi seperti eksim.

Baca Juga :  Mata Bintitan? Ini Cara Mengobatinya

Pemberian makanan dan minuman lain pada bayi baru lahir juga dapat mengganggu proses menyusui. Makanan memberikan rasa kenyang pada bayi dan membuat bayi jarang menyusu, sehingga akan mengganggu produksi ASI.

“Jadi, makanan dan suplemen prelaktal-makanan atau minuman selain ASI yang diberikan kepada bayi sebelum menyusui dalam tiga hari pertama kehidupan, hanya boleh diberikan jika ada indikasi medis,” kata Daisy.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau
Vaksin tidak Meruntuhkan Kekebalan Tubuh
Cara Pertolongan Pertama Kaki Melepuh saat Ibadah Haji
PIN Polio Kembali Dilaksanakan di 33 Provinsi, Termasuk di Kepri
Asap Rokok Berdampak Buruk pada Ibu Hamil dan Anak
Kasus Varian COVID-19 di Singapura, Belum Ada Urgensi Pembatasan Perjalanan
Kesadaran Masyarakat Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap Harus Ditingkatkan
Upaya Pencegahan Hipertensi dengan PATUH dan CERDAS

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 08:45 WIB

Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:15 WIB

Vaksin tidak Meruntuhkan Kekebalan Tubuh

Sabtu, 8 Juni 2024 - 08:16 WIB

Cara Pertolongan Pertama Kaki Melepuh saat Ibadah Haji

Senin, 3 Juni 2024 - 07:34 WIB

Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Diberi Makanan Lain Selain ASI

Jumat, 31 Mei 2024 - 07:17 WIB

PIN Polio Kembali Dilaksanakan di 33 Provinsi, Termasuk di Kepri

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:18 WIB

Asap Rokok Berdampak Buruk pada Ibu Hamil dan Anak

Kamis, 23 Mei 2024 - 07:54 WIB

Kasus Varian COVID-19 di Singapura, Belum Ada Urgensi Pembatasan Perjalanan

Selasa, 21 Mei 2024 - 08:31 WIB

Kesadaran Masyarakat Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap Harus Ditingkatkan

Berita Terbaru