Cara Pertolongan Pertama Kaki Melepuh saat Ibadah Haji

- Admin

Sabtu, 8 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kaki jemaah melepuh karena berjalan tanpa alas kaki di Madinah. Foto: Kemenag/Istimewa

Kaki jemaah melepuh karena berjalan tanpa alas kaki di Madinah. Foto: Kemenag/Istimewa

INIKEPRI.COM – Bagi jemaah haji yang mengalami kaki melepuh, langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan, yakni jemaah atau petugas yang menolong dapat mengguyurkan air mengalir ke telapak kaki.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Liliek Marhaendro Susilo melalui keterangan resminya Jumat (7/6/2024) mengatakan pertolongan pertama adalah menghentikan panas pada telapak kaki dengan guyur air mengalir selama 20 menit.

“Lalu, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Jika seluruh telapak kaki melepuh dengan luka bakar derajat 2 dangkal, perawatan bisa lebih dari dua minggu. Pada penderita diabetes penyembuhan luka bisa lebih lama,” kata Liliek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, jemaah haji dengan diabetes perlu ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan kaki. Jemaah dapat mencuci kaki dan menggunakan pelembab setiap hendak beraktivitas di tengah cuaca panas.

Baca Juga :  Maraknya Makanan Oplosan Babi, Ini Cara Membedakannya!

Pelembab berfungsi menjaga kulit tetap lembab dan mencegah kulit pecah-pecah. Selain itu, jemaah haji penderita diabetes sebaiknya menggunakan alas kaki yang aman dan nyaman.

Jangan lupa untuk memperhatikan kondisi kaki secara berkala untuk memastikan tidak ada luka, bengkak, atau kemerahan.Segera menghubungi petugas kesehatan untuk mendapatkan pengobatan jika merasa kondisi kaki kurang nyaman atau nyeri.

Liliek menambahkan kaki melepuh akibat berjalan tanpa alas kaki merupakan bagian dari luka atau cedera sehingga tidak dikelompokkan secara khusus dalam pencatatan atau data statistik penyakit haji.

“Jemaah haji sering kehilangan alas kaki pada kondisi tertentu seperti tidak menyimpan alas kaki di tas untuk dibawa masuk ke masjid. Akan tetapi, data spesifik tentang jumlah kasus kaki melepuh akibat berjalan tanpa alas kaki harus dihitung tersendiri jika dibutuhkan,” kata Liliek.

Baca Juga :  Susu Beruang dapat Bersihkan Paru-paru? Begini Penjelasan dari Dokter

Pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M, pemerintah telah menyiapkan Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH). Tim ini bertugas di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, serta berkeliling ke sektor hotel jemaah.

Tim PKP3JH bertugas melakukan pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan, dan rehabilitasi. Salah satunya, yakni menyiapkan sandal untuk jemaah yang membutuhkan.

Tim PKP3JH beranggotakan gabungan tenaga medis yang bertugas di lapangan, baik di sektor khusus Makkah maupun Madinah. Jemaah dapat langsung menemui Tim PKP3JH bila ingin meminta bantuan, konsultasi pengobatan, serta perawatan, termasuk mengatasi kaki melepuh.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau
Vaksin tidak Meruntuhkan Kekebalan Tubuh
Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Diberi Makanan Lain Selain ASI
PIN Polio Kembali Dilaksanakan di 33 Provinsi, Termasuk di Kepri
Asap Rokok Berdampak Buruk pada Ibu Hamil dan Anak
Kasus Varian COVID-19 di Singapura, Belum Ada Urgensi Pembatasan Perjalanan
Kesadaran Masyarakat Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap Harus Ditingkatkan
Upaya Pencegahan Hipertensi dengan PATUH dan CERDAS

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 08:45 WIB

Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:15 WIB

Vaksin tidak Meruntuhkan Kekebalan Tubuh

Sabtu, 8 Juni 2024 - 08:16 WIB

Cara Pertolongan Pertama Kaki Melepuh saat Ibadah Haji

Senin, 3 Juni 2024 - 07:34 WIB

Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Diberi Makanan Lain Selain ASI

Jumat, 31 Mei 2024 - 07:17 WIB

PIN Polio Kembali Dilaksanakan di 33 Provinsi, Termasuk di Kepri

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:18 WIB

Asap Rokok Berdampak Buruk pada Ibu Hamil dan Anak

Kamis, 23 Mei 2024 - 07:54 WIB

Kasus Varian COVID-19 di Singapura, Belum Ada Urgensi Pembatasan Perjalanan

Selasa, 21 Mei 2024 - 08:31 WIB

Kesadaran Masyarakat Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap Harus Ditingkatkan

Berita Terbaru