Menkeu Purbaya Beri Sinyal Efisiensi Anggaran Berlanjut pada 2027

- Publisher

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi. Foto: Istimewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah memberikan sinyal akan melanjutkan kebijakan efisiensi dan penataan ulang anggaran pada tahun 2027. Langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan kualitas belanja negara agar lebih produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian maupun kesejahteraan masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tetap berkomitmen memperbaiki kualitas belanja negara melalui efisiensi dan refocusing anggaran.

“Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas belanja negara melalui upaya efisiensi dan refocusing agar alokasi anggaran semakin produktif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat,” kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa.

Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027, pemerintah menetapkan target belanja negara pada kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

BACA JUGA:  Inflasi Batam Tembus 4,75 Persen, Harga Pangan dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu

Selain memperkuat kualitas belanja, pemerintah juga berupaya meningkatkan efektivitas subsidi dan program perlindungan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pengentasan kemiskinan.

Menurut Purbaya, bantuan sosial dan subsidi akan diarahkan agar semakin tepat sasaran dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah juga terus memperkuat program perlindungan sosial berbasis pemberdayaan serta meningkatkan sinergi antarprogram yang dijalankan kementerian dan lembaga.

Di sisi lain, pemerintah mendorong harmonisasi belanja antara pemerintah pusat dan daerah guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pelaksanaan program prioritas nasional.

BACA JUGA:  Kabar Baik! Batas Lapor SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026

Sinergi tersebut juga mencakup penguatan belanja kementerian dan lembaga di daerah, termasuk untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta program pemeriksaan kesehatan gratis.

Pada kesempatan yang sama, Purbaya mengungkapkan pemerintah merancang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 pada rentang 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB.

“Postur makro fiskal tahun 2027 didesain secara kolaboratif, terarah, dan terukur dengan defisit 1,8 persen sampai dengan 2,4 persen PDB,” ujarnya.

Defisit tersebut akan ditopang oleh target pendapatan negara sebesar 11,82 persen hingga 12,40 persen PDB dan belanja negara sebesar 13,62 persen hingga 14,80 persen PDB.

BACA JUGA:  UMK Batam 2026 Resmi Rp5.357.982, Berlaku Mulai Januari

Untuk meningkatkan penerimaan negara, pemerintah akan memperluas basis perpajakan, memanfaatkan teknologi dan analisis big data untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak melalui penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan publik.

Pemerintah juga akan tetap memberikan insentif fiskal secara selektif kepada sektor-sektor strategis yang dinilai mampu memberikan nilai tambah tinggi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap APBN 2027 dapat menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung berbagai program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Modernisasi TPK Batu Ampar Pangkas Biaya Logistik Batam-Shanghai hingga 50 Persen
Resmi Berlaku, Prabowo Luncurkan BBM B50: Indonesia Stop Impor Solar, Harga Biosolar Tetap Rp6.800 per Liter
Pemko Batam Perluas Akses Permodalan, Puluhan UMKM Sudah Nikmati Program Pembiayaan Rp20 Juta Tanpa Bunga
Sumbang Seperempat Pertumbuhan Nasional, Batam Jadi Motor Utama Investasi
Inflasi Batam Tembus 4,75 Persen, Harga Pangan dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu
BI: Penyaluran Kredit di Kepri Tembus Rp105,42 Triliun, Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan
Reformasi Regulasi dan Pembenahan Infrastruktur Dorong Lonjakan Investasi Kota Batam
Inflasi Batam Tembus 3,99 Persen, Amsakar Soroti Tiga Komoditas Pemicu Kenaikan Harga

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:16 WIB

Modernisasi TPK Batu Ampar Pangkas Biaya Logistik Batam-Shanghai hingga 50 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:59 WIB

Resmi Berlaku, Prabowo Luncurkan BBM B50: Indonesia Stop Impor Solar, Harga Biosolar Tetap Rp6.800 per Liter

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:19 WIB

Pemko Batam Perluas Akses Permodalan, Puluhan UMKM Sudah Nikmati Program Pembiayaan Rp20 Juta Tanpa Bunga

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:46 WIB

Sumbang Seperempat Pertumbuhan Nasional, Batam Jadi Motor Utama Investasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:01 WIB

Inflasi Batam Tembus 4,75 Persen, Harga Pangan dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu

Berita Terbaru