BPS Catat Inflasi 2,12 persen di Agustus 2024: Beras dan Bensin Jadi Pemicu Utama

- Publisher

Selasa, 3 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini/Foto: Tangkapan Layar Youtube BPS

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini/Foto: Tangkapan Layar Youtube BPS

INIKEPRI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,12 persen pada Agustus 2024 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,06.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers pada Senin (2/9/2024) menyampaikan bahwa kelompok pendidikan mengalami inflasi pada Agustus 2024, meskipun lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi pada Juli 2024.

“Biaya sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan akademi/perguruan tinggi menjadi komoditas utama penyumbang inflasi kelompok pendidikan pada Agustus 2024, masing-masing dengan andil sebesar 0,01 persen,” ungkap Pudji.

BACA JUGA:  121 Ribu Orang Wisman Kunjungi Kepri pada Juli 2023

Selain pendidikan, kelompok transportasi juga menjadi penyumbang utama inflasi Agustus 2024 dengan andil sebesar 0,03 persen. Kenaikan harga bensin dan solar menjadi faktor penting, dengan inflasi masing-masing sebesar 0,66 persen dan 0,43 persen, serta andil inflasi sebesar 0,03 persen dari kenaikan harga bensin.

BACA JUGA:  Ini Cara Mengurus PIRT bagi Pemilik UMKM Bidang Pangan

Pudji juga menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi y-on-y pada Agustus 2024 dengan andil sebesar 0,96 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini antara lain beras, sigaret kretek mesin (SKM), cabai rawit, kopi bubuk, dan gula pasir.

Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan dengan 5,05 persen, sementara yang terendah berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan 1,02 persen. Di tingkat kabupaten/kota, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan dengan 7,75 persen dan IHK sebesar 108,61, sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Bangka Barat dengan 0,11 persen.

BACA JUGA:  Isi NIK KTP, Dapat Bantuan Uang Tunai Rp 1,2 Juta

Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Agustus 2024 tercatat sebesar 2,02 persen, inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,20 persen, dan inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,52 persen.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Harga BBM Pertamina Naik, Berapa Harganya di Batam? Cek Daftarnya
Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 38,97 Triliun, BP Batam: Kepastian dan Kemudahan Berusaha Jadi Faktor Penting Gaet Investor
Aturan Ojek Online Segera Dituangkan dalam Perpres, Pengantaran Barang dan Makanan Ikut Diatur
Amsakar–Li Claudia Bawa Batam Melaju, Investasi dan Lapangan Kerja Tumbuh
Desil 9-10 Bakal Tak Bisa Beli Pertalite Bersubsidi, Siapa Saja yang Masuk Kategori Ini?
Harga Pertamax di Batam Turun Mulai 1 Agustus 2026, Cek Daftar BBM Terbaru
Sambut HUT Ke-81 RI, PLN Batam Hadirkan Promo Tambah Daya Listrik Hanya Rp81 Ribu
Inflasi Batam Capai 4,75 Persen, Pemko Perkuat Sinergi dengan BI, Bulog, dan BPS Tekan Kenaikan Harga

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 07:34 WIB

Harga BBM Pertamina Naik, Berapa Harganya di Batam? Cek Daftarnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 38,97 Triliun, BP Batam: Kepastian dan Kemudahan Berusaha Jadi Faktor Penting Gaet Investor

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Aturan Ojek Online Segera Dituangkan dalam Perpres, Pengantaran Barang dan Makanan Ikut Diatur

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Amsakar–Li Claudia Bawa Batam Melaju, Investasi dan Lapangan Kerja Tumbuh

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Desil 9-10 Bakal Tak Bisa Beli Pertalite Bersubsidi, Siapa Saja yang Masuk Kategori Ini?

Berita Terbaru