Boikot tanpa Akurasi Informasi Bisa Merugikan Ekonomi Indonesia

- Admin

Sabtu, 7 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengunjuk rasa memegang poster saat mengikuti aksi solidaritas untuk rakyat Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (29/11/2024). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan di Hari Solidaritas Internasional Bersama Rakyat Palestina atau International Day of Solidarity with the Palestinian People yang diperingati secara serentak di seluruh dunia sejak 1978. Foto: Dhemas Reviyanto/YU

Pengunjuk rasa memegang poster saat mengikuti aksi solidaritas untuk rakyat Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (29/11/2024). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan di Hari Solidaritas Internasional Bersama Rakyat Palestina atau International Day of Solidarity with the Palestinian People yang diperingati secara serentak di seluruh dunia sejak 1978. Foto: Dhemas Reviyanto/YU

INIKEPRI.COM – Kemajuan teknologi, terutama media sosial dan kecerdasan buatan (AI), mempermudah akses informasi. Namun, kecanggihan itu juga membawa tantangan besar dalam menyaring informasi yang tersebar di publik, terutama bagi generasi muda yang tumbuh di era digital.

Cendekiawan Muslim Indonesia, Profesor Nadirsyah Hosen, mengingatkan pentingnya sikap kritis dan skeptis dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama terkait ajakan boikot produk yang diduga terkait dengan Israel. Dalam seminar bertema “Peluang dan Tantangan Integrasi AI dan Sosial Media dalam Globalisasi” di Kampus UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, pada Selasa (3/12/2024) lalu, Gus Nadir, sapaan akrabnya, menegaskan pentingnya akurasi dalam gerakan boikot.

“Memang kita ingin memboikot karena kita tidak sepakat dengan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel. Namun, kita harus memastikan bahwa boikot ini tidak salah sasaran,” ujar Gus Nadir, mengingatkan bahwa informasi yang beredar di media sosial seringkali tidak dapat dipertanggungjawabkan, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (6/12/2024).

Baca Juga :  Kepala Perwakilan BI Kepri: Capaian Ekonomi Kepulauan Riau 2025 Tinggi, Fondasi Makro yang Kuat

Dalam seminar yang juga dihadiri oleh Dosen Senior Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi UIN Bandung, Wisnu Uriawan, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Bandung, Ahmad Ali Nurdin, Gus Nadir menjelaskan bahwa kecanggihan teknologi membuat arus informasi semakin deras, namun tidak semuanya dapat dipercaya. Ia menyoroti maraknya daftar produk yang beredar di media sosial, yang sering kali tidak disertai dengan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai alasan produk tersebut harus diboikot.

“Daftar produk yang beredar banyak diterbitkan oleh sumber non-pemerintah, yang tidak menjelaskan dengan rinci kenapa produk tersebut harus diboikot. Informasi yang tidak akurat ini bisa dengan mudah tersebar dan berubah setiap kali diteruskan. Inilah yang sering menjadi masalah di media sosial,” tambahnya.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2022 Cermin Menguatnya Pemulihan Ekonomi Nasional

Gus Nadir juga mengingatkan dampak ekonomi dari gerakan boikot ini terhadap perekonomian Indonesia. Ia menekankan bahwa banyak cabang perusahaan di Indonesia yang terkena dampak, bahkan hingga terjadinya PHK massal akibat penurunan omzet yang signifikan. “Dampak dari boikot ini justru lebih terasa di dalam negeri. Meskipun boikot bertujuan untuk menyakiti Israel, yang terkena dampak justru produsen lokal kita,” ungkapnya.

Untuk itu, Gus Nadir mengusulkan agar pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama untuk membuat solusi yang tepat. Ia menyarankan agar MUI mengeluarkan daftar produk yang jelas terafiliasi dengan Israel, serta pemerintah dapat membuat aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk mengecek apakah suatu produk perlu diboikot atau tidak. “Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk memindai barcode produk saat berbelanja, sehingga lebih mudah mengetahui apakah produk tersebut harus diboikot,” ujarnya.

Baca Juga :  Boikot Produk Israel Munculkan Kampanye Disinformasi di Media Sosial

Dosen Monash University Australia ini juga mengingatkan bahwa aksi boikot yang didasarkan pada informasi yang tidak akurat dapat merugikan perekonomian Indonesia dalam jangka panjang. “Jika boikot ini berlarut-larut tanpa memberikan efek yang nyata, yang rugi adalah kita sendiri. Jangan sampai gerakan yang kita lakukan justru berdampak negatif pada perekonomian dalam negeri,” kata Gus Nadir.

Seminar ini menjadi ajang penting bagi generasi muda, khususnya di kalangan mahasiswa, untuk lebih kritis dalam memanfaatkan media sosial dan memahami pentingnya verifikasi informasi sebelum mengambil tindakan. Dengan kecanggihan teknologi yang terus berkembang, generasi Z harus lebih bijak dan berhati-hati dalam mengkonsumsi informasi, agar tidak terjebak dalam arus informasi yang bias dan tidak akurat.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Batam menguat 6,89%, BP Batam Optimis Sambut 2026
Pemprov Kepri Resmi Tetapkan UMP 2026, Naik 7,06 Persen
UMK Batam 2026 Resmi Rp5.357.982, Berlaku Mulai Januari
Pelantikan Kadin Batam, Sekda Firmansyah Tekankan Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Amsakar–Li Claudia Resmikan K Square, Perkuat Batam sebagai Kota Perdagangan dan Pariwisata
Forbes Rilis Daftar 5 Orang Terkaya Dunia per Desember 2025
Cerita Lengkap Perjalanan BTN Menyalurkan KPR Sejak 1976, Kini Tembus Rp504 Triliun untuk 5,7 Juta Rumah
BTN Borong Penghargaan: Nixon LP Napitupulu hingga jajaran Direksi Raih Prestasi 2025

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:19 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Batam menguat 6,89%, BP Batam Optimis Sambut 2026

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:10 WIB

Pemprov Kepri Resmi Tetapkan UMP 2026, Naik 7,06 Persen

Kamis, 25 Desember 2025 - 06:49 WIB

UMK Batam 2026 Resmi Rp5.357.982, Berlaku Mulai Januari

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:00 WIB

Pelantikan Kadin Batam, Sekda Firmansyah Tekankan Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 19 Desember 2025 - 18:22 WIB

Amsakar–Li Claudia Resmikan K Square, Perkuat Batam sebagai Kota Perdagangan dan Pariwisata

Berita Terbaru