Sekolah Rakyat Hadir untuk Memuliakan Anak-Anak Keluarga Miskin

- Publisher

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Muhammad Nuh, menegaskan tiga kata kunci utama yang menjadi landasan filosofis program Sekolah Rakyat, yaitu memuliakan, menjangkau yang tak terjangkau, dan memungkinkan yang tak mungkin dari anak-anak keluarga miskin.

Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungannya ke lokasi simulasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2025).

“Sekolah Rakyat tidak hanya soal akses pendidikan, tetapi juga memuliakan siswa-siswi dari keluarga miskin. Anak-anak ini bukan hanya diberi kesempatan sekolah, tapi juga dimuliakan dalam prosesnya,” ujar Muhammad Nuh di hadapan para awak media.

Menurut mantan Menteri Pendidikan tersebut, banyak anak yang secara geografis dekat dengan sekolah, tetapi tetap tidak mampu mengakses pendidikan karena keterbatasan ekonomi dan sosial. Biaya personal seperti transportasi, seragam, hingga makan, menjadi hambatan besar yang tidak tertangani oleh program sekolah gratis reguler.

BACA JUGA:  KPK Tahan Hasto Kristiyanto Terkait Kasus Suap dan Perintangan Penyidikan

“Biaya sekolah memang gratis, tapi biaya personal tidak. Di sinilah Sekolah Rakyat hadir menjangkau mereka yang selama ini tak terjangkau oleh sistem,” jelasnya.

Nuh juga menyoroti pentingnya menciptakan jalur lanjutan bagi siswa Sekolah Rakyat. Ia menyinggung program seperti KIP Kuliah, sebagai kelanjutan dari Bidikmisi, yang memberi peluang bagi lulusan sekolah menengah dari keluarga miskin untuk mengakses pendidikan tinggi.

“Sekolah Rakyat ini bukan akhir, tapi awal dari perubahan. Kita ingin anak-anak yang awalnya dianggap tak punya masa depan, justru melompat lebih tinggi,” katanya.

BACA JUGA:  Hari Mangrove Sedunia, 52% Lahan Mangrove Indonesia Rusak, KKP Targetkan Rehabilitasi

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nuh juga menyampaikan usulan penting agar program Sekolah Rakyat memiliki payung hukum yang kuat dalam bentuk pengaturan khusus dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang saat ini sedang dalam proses pembahasan.

“Kita tidak ingin Sekolah Rakyat berhenti hanya sampai masa Presiden Prabowo saja. Ini harus berlanjut, lestari, dan menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional kita. Harus ada acuan hukum di UU Sisdiknas,” tegasnya.

Muhammad Nuh mengaku bersyukur karena banyak pihak telah menyatakan dukungan terhadap inisiatif ini. Beberapa sekolah unggulan bahkan turut membantu dalam perancangan model pendidikan Sekolah Rakyat secara cuma-cuma.

BACA JUGA:  Polisi RW Dinilai Bisa Cegah Polarisasi Jelang Pemilu 2024

“Yang menggembirakan adalah banyak sekali yang tertarik dan membantu secara cuma-cuma. Ada Taruna Nusantara, JT Arsha, dan banyak lainnya. Ini bentuk nyata gotong royong untuk pendidikan,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Muhammad Nuh menekankan bahwa Sekolah Rakyat masih dalam tahap awal, dan pihaknya sangat terbuka terhadap masukan dari masyarakat, akademisi, dan praktisi pendidikan untuk terus menyempurnakan model ini.

“Bismillah, ini awal yang baik. Sekolah Rakyat adalah eksperimen sosial besar yang kita harapkan bisa menjadi wajah baru pendidikan yang adil, setara, dan memuliakan,” pungkasnya.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara
Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat
Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy
Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT
ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global
Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:11 WIB

Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:29 WIB

Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:08 WIB

Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:13 WIB

Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT

Berita Terbaru