INIKEPRI.COM – Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengikuti kegiatan Sosialisasi UMKM BTN Usaha yang digelar Bank Tabungan Negara (BTN).
Acara ini dibuka langsung oleh Komisaris Independen BTN, Pietra Machreza Paloh, didampingi jajaran Komite Pemantau Risiko.
Digelar di Vasaka Hotel, Makassar, Jum’at (8/8/2025), sosialisasi ini dihadiri oleh pelaku UMKM dari berbagai latar belakang usaha, sejumlah kepala cabang BTN, serta tim pemantau risiko. Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para pelaku UMKM untuk memahami prosedur, kualifikasi, dan persyaratan dalam mengakses layanan perbankan BTN, khususnya program pembiayaan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan usaha.
Sebagai bank pelat merah, BTN selama ini dikenal luas sebagai penyedia fasilitas pembiayaan perumahan. Namun, melalui program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan QRIS, BTN juga aktif mendukung sektor UMKM agar lebih mandiri dalam menjalankan usahanya. Pietra menegaskan, kehadiran BTN di Makassar adalah bagian dari komitmen menjadi pionir dalam memperjuangkan kemandirian UMKM di Sulawesi Selatan.
“Tentunya dengan memberikan informasi tentang program-program yang ada di BTN, termasuk KUR, kami ingin menjangkau masyarakat yang selama ini belum tahu bahwa BTN juga memiliki program untuk UMKM. Hari ini, BTN hadir untuk memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai program yang ditujukan kepada UMKM,” jelas Pietra.
Terkait modal yang dapat diberikan, Pietra mengatakan nilainya bervariasi sesuai kebutuhan dan kualifikasi pelaku usaha.
“Tetapi kembali lagi, harus juga diberikan pemahaman bahwa risiko yang kami miliki juga ada. Oleh karena itu, kualifikasi, persyaratan, dan lainnya tentu harus dilengkapi. Dan inilah yang hari ini mereka dapatkan, informasi yang lebih jelas mengenai hal tersebut,” tegasnya.

Pietra juga menekankan bahwa pembiayaan BTN bukan sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan dana tersebut digunakan tepat sasaran untuk mengembangkan usaha.
“Pelaku UMKM harus membawa kegiatan ekonomi yang betul-betul produktif. Bukan hanya sekadar membutuhkan pinjaman, tetapi memastikan penggunaannya untuk kemajuan usaha mereka,” tambahnya.
Pesan ini sejalan dengan komitmen BTN memperkuat manajemen risiko di seluruh lini, termasuk pembiayaan UMKM. Kehadiran Komite Risiko dan unit pengawasan internal dalam acara ini menunjukkan keseriusan BTN membangun budaya finansial yang sehat dan menghindarkan UMKM dari jebakan penggunaan dana yang tidak produktif.
Selain fokus pada pembiayaan, BTN di bawah jajaran komisaris juga aktif menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sebelumnya, Pietra turut menyerahkan bantuan alat terapi bagi anak berkebutuhan khusus di Batam, menunjukkan bahwa peran BTN tidak terbatas pada perbankan semata, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
Melalui Sosialisasi UMKM BTN Usaha di Makassar ini, BTN menegaskan perannya sebagai mitra strategis UMKM, bukan hanya penyedia modal, tetapi juga pendamping yang memberikan edukasi, membangun kesadaran risiko, dan mendorong pengelolaan usaha yang tangguh. Harapannya, UMKM di Sulawesi Selatan dapat tumbuh mandiri, berdaya saing, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Penulis : IZ

















