Dari Detoks Tubuh hingga Relaksasi Jiwa: Manfaat Bekam yang Mulai Diakui Medis

- Publisher

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Di tengah maraknya gaya hidup serba cepat dan stres tinggi, banyak orang mulai kembali melirik pengobatan tradisional untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

Salah satu metode yang kini kembali populer adalah bekam atau cupping therapy, sebuah teknik penyedotan kulit dengan cangkir khusus yang telah dipraktikkan sejak ribuan tahun lalu di Mesir kuno, Tiongkok, hingga Timur Tengah.

Meski tampak sederhana, bekam dipercaya membawa banyak manfaat kesehatan yang kini mulai diakui oleh kalangan medis modern. Prinsip dasarnya adalah melancarkan aliran darah dan energi tubuh dengan menciptakan tekanan negatif (vakum) di permukaan kulit. Tarikan inilah yang diyakini dapat membantu tubuh melepaskan racun, mempercepat regenerasi sel, hingga meredakan ketegangan otot.

BACA JUGA:  Kata Pakar, Tanaman Obat Potensial Covid-19 Ada di dalam Alquran

Detoks Alami untuk Tubuh

Salah satu manfaat paling dikenal dari bekam adalah efek detoksifikasinya. Proses penyedotan darah di permukaan kulit dianggap membantu mengeluarkan “darah kotor” dan racun yang menumpuk di jaringan. Dengan aliran darah yang lebih lancar, metabolisme tubuh pun meningkat sehingga sistem kekebalan menjadi lebih optimal.

“Bekam bekerja seperti sistem pembersih alami tubuh. Setelah terapi, sirkulasi darah menjadi lebih baik dan tubuh terasa ringan,” ungkap seorang terapis bekam di Batam.

Meredakan Nyeri dan Ketegangan Otot

Bagi banyak orang, terutama mereka yang sering mengalami pegal di leher, bahu, atau punggung, bekam menjadi solusi alternatif tanpa obat. Efek sedotan yang dihasilkan cangkir membantu merilekskan otot-otot kaku dan mengurangi nyeri sendi. Tak heran, banyak atlet dunia juga menjalani terapi ini untuk mempercepat pemulihan setelah latihan intensif.

BACA JUGA:  Kabar Baik, Remdesivir Harapan Baru Sembuhkan Corona

Atasi Migrain hingga Stres

Selain efek fisik, bekam juga memberi dampak positif pada keseimbangan mental. Banyak pasien melaporkan penurunan frekuensi migrain dan peningkatan kualitas tidur setelah rutin menjalani terapi. Tekanan negatif dari bekam menstimulasi sistem saraf untuk melepaskan hormon endorfin, yang membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres.

BACA JUGA:  Nikmati Hangatnya, Hindari Bahayanya: Begini Cara Minum Air Hangat yang Benar

Dukungan dari Dunia Medis

Meski awalnya dipandang sebagai pengobatan alternatif, beberapa penelitian kini menunjukkan bahwa bekam dapat membantu mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah, hingga memperbaiki sirkulasi oksigen dalam darah. Namun, para ahli tetap mengingatkan agar terapi dilakukan oleh praktisi berpengalaman dan bersertifikat, dengan alat yang steril untuk menghindari risiko infeksi.

Kesimpulan

Bekam bukan sekadar terapi tradisional warisan nenek moyang, melainkan bentuk perawatan diri yang menggabungkan prinsip keseimbangan tubuh dan jiwa. Bagi Anda yang ingin mencobanya, pastikan dilakukan dengan prosedur yang aman dan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan
Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap
Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:05 WIB

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Berita Terbaru