Kata Pakar, Tanaman Obat Potensial Covid-19 Ada di dalam Alquran

- Publisher

Sabtu, 13 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Al-Qur'an (ist)

Al-Qur'an (ist)

INIKEPRI.COM – Sejumlah tanaman yang potensial dikembangkan menjadi obat Covid-19 disebut terkandung dalam kitab suci Alquran.

“Menemukan data ilmiah dari Alquran belakangan ini meningkat seiring dengan penyelidikan ilmiah modern. Banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan pentingnya tumbuhan,” ujar Guru Besar Bidang Farmasetika Universitas Islam Indonesia (UII), Profesor Yandi Syukri, Jumat (12/3), melansir Antara.

Yandi mengatakan, Alquran dan Hadis menyebutkan 27 spesies tumbuhan yang mudah ditemukan. Tumbuhan-tumbuhan itu di antaranya jinten hitam (habatussauda), madu, bawang putih, kurma, labu, zaitun, adas, delima, anggur, kayu arak atau siwak, bawang merah, tin, jelay, dan jahe.

BACA JUGA:  Analisis Resiko Tunjukkan Wolbachia Aman untuk Jangka Panjang

Jahe dan jinten hitam disebut sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan pengobatan Covid-19.

Menurut dia, salah satu studi pemodelan molekul (molecular docking) untuk memprediksi interaksi protein host-virus di lokasi masuknya SARS-CoV-2 menunjukkan efek penghambatan konstituen jahe (Zingiber officinale) sebagai penghambat masuk virus SARS-CoV-2 dengan menggunakan semua protein inang dan asal virus.

Selain itu, jahe juga menjadi salah satu suplemen utama yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Jahe juga menjadi salah satu bahan penyusun obat herbal yang direkomendasikan Badan POM.

BACA JUGA:  1–2 Buah Cukup! Begini Akibatnya Kalau Kebanyakan Makan Pisang

“Sehingga sebagai penghambat masuk SARS-CoV-2, jahe juga dapat menjadi suplemen yang aman dan andal untuk mengurangi infektivitas, karena juga memiliki aktivitas antibakteri dan pendorong imunitas,” jelas Yandi.

Sementara jintan hitam atau habatussauda, kata Yandi, memiliki sifat antivirus, antioksidan, antiradang, antikoagulan, imunomodulator, brokodilator, antihistaminik, antitusif, antipresik, dan analgesik. Berbagai sifat yang dimiliki ini membuat habatussauda juga potensial sebagai obat Covid-19.

BACA JUGA:  Kemenkes Minta Fasyankes tidak Meresepkan Obat Bentuk Cair ke Anak

Toh, hingga saat ini, sekitar 80 persen populasi dunia telah menggunakan pengobatan herbal, terutama di negara berkembang. Herbal dijadikan sebagai medium perawatan kesehatan primer karena aksesnya yang terbilang lebih mudah dan sarat nilai budaya.

“Oleh karena itu, produk alami yang disebutkan dalam Alquran dan Hadis telah menarik perhatian ahli botani, ahli biokimia, dan farmakognosi, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” kata dia. (RM/CNNIndonesia)

Berita Terkait

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan
Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap
Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:05 WIB

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Berita Terbaru