Jangan Kaget! Ini Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Bangun Siang

- Publisher

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Tidur cukup memang penting, tetapi terlalu lama tidur atau sering bangun siang ternyata bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Kebiasaan yang tampak sepele ini disebut oversleeping, dan para ahli mengingatkan bahwa pola tidur seperti ini dapat mengacaukan ritme biologis tubuh serta meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Menurut sejumlah penelitian, bangun siang secara rutin mengganggu ritme sirkadian — yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun, metabolisme, hormon, dan suhu tubuh. Saat ritme ini berantakan, tubuh kehilangan keseimbangan alami yang berujung pada berbagai gangguan kesehatan.

Gangguan Fisik: Dari Metabolisme hingga Jantung

Ritme tidur yang tidak teratur menyebabkan tubuh kesulitan mengatur waktu istirahat dan aktivitas. Akibatnya, muncul beberapa efek negatif:

BACA JUGA:  Ngeri! Virus Nipah yang Jadi Ancaman Pandemi Baru, Tingkat Kematian 75%

Sulit tidur malam & cepat lelah
Tubuh yang “bingung” dengan jam biologis sering mengalami insomnia di malam hari dan rasa kantuk berlebih di siang hari, meski sudah tidur lama.

Masalah metabolisme
Orang yang sering bangun siang cenderung melewatkan sarapan, yang justru penting untuk menjaga kadar gula darah stabil. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Gangguan pencernaan & asam lambung
Waktu makan yang bergeser menyebabkan sistem pencernaan tidak bekerja optimal. Akibatnya, mudah muncul keluhan seperti perut kembung atau naiknya asam lambung.

BACA JUGA:  Profil Vaksin Pfizer, Efikasi hingga 100 persen

Dampak Mental: Stres, Cemas, dan Mood Buruk

Kebiasaan bangun siang juga berpengaruh pada kesehatan mental.

Mood tidak stabil dan mudah stres
Pola tidur yang tidak teratur mengacaukan hormon serotonin — hormon yang mengatur suasana hati. Kurangnya paparan sinar matahari pagi membuat tubuh kekurangan “suntikan alami” energi positif.

Risiko depresi meningkat
Penelitian menunjukkan orang yang sering bangun siang lebih rentan mengalami perasaan lelah, tidak termotivasi, dan depresi ringan.

Paparan Sinar Matahari Pagi: Kunci Energi Tubuh

Salah satu efek yang sering diabaikan dari kebiasaan bangun siang adalah hilangnya kesempatan mendapat sinar matahari pagi. Padahal, sinar matahari pagi berperan penting dalam:

  • Membantu tubuh memproduksi vitamin D alami
  • Meningkatkan hormon serotonin (peningkat mood)
  • Menjaga metabolisme tetap aktif sepanjang hari
BACA JUGA:  Kemenkes RI Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Flu Burung

Bangun Lebih Pagi, Hidup Lebih Sehat

Meski tidur yang cukup tetap penting (7–9 jam per malam), waktu bangun memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh dan mental.

Ahli kesehatan merekomendasikan:

  • Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari
  • Dapatkan sinar matahari pagi minimal 15–20 menit
  • Hindari tidur lagi setelah bangun
    Hindari gadget 1 jam sebelum tidur

Dengan menjaga pola tidur yang konsisten, tubuh akan lebih segar, pikiran lebih fokus, dan kesehatan pun lebih terjaga dalam jangka panjang.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Berita Terbaru