Arab Saudi Temukan Cadangan Emas Raksasa di Wilayah Makkah, Produksi Diproyeksikan 250 Ribu Ons per Tahun

- Publisher

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan penemuan cadangan emas skala besar di wilayah Makkah, menandai babak baru ambisi kerajaan dalam mengembangkan sektor pertambangan nonmigas. Meski lokasi detail tambang belum dipublikasikan secara resmi, temuan ini dipastikan akan menjadi salah satu proyek tambang emas paling signifikan di kawasan Timur Tengah.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Maaden, perusahaan pertambangan nasional sekaligus yang terbesar di Arab Saudi, yang akan bertindak sebagai pengelola utama tambang baru tersebut.

Mengutip laporan Al-Monitor, Senin (19/1/2026), tambang emas ini diperkirakan memiliki cadangan sekitar 7 juta ons emas atau setara 200 ton, dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 250.000 ons emas. Angka ini diproyeksikan mampu menyumbang sekitar 2,27 persen dari total produksi emas global per tahun.

Sebagai perbandingan, World Gold Council mencatat produksi emas dunia pada 2024 berada di kisaran 110 juta ons. Dengan tambahan produksi ini, posisi Arab Saudi dalam peta industri emas global berpotensi berubah signifikan.

BACA JUGA:  Foto-foto Jemaah Saat Melakukan Umrah Tanpa Jarak Sosial di Mekkah

Langkah Strategis di Tengah Diversifikasi Ekonomi

Penemuan ini dinilai sebagai lompatan strategis bagi Arab Saudi, mengingat saat ini kerajaan tersebut belum masuk dalam 20 besar negara produsen emas dunia. Namun, melalui proyek ini, Arab Saudi menunjukkan keseriusannya untuk mengembangkan sektor pertambangan sebagai pilar baru ekonomi nasional.

Kerajaan memang tengah bersiap memasuki fase “gold rush” pertambangan seiring meningkatnya permintaan global terhadap mineral kritis yang dibutuhkan dalam transisi energi hijau. Pemerintah Arab Saudi telah merevisi estimasi nilai sumber daya mineral yang belum dimanfaatkan menjadi sekitar US$2,5 triliun, sekaligus mengumumkan berbagai insentif untuk menarik investor pertambangan internasional.

Puluhan Lisensi Tambang untuk Investor Global

BACA JUGA:  Presiden Haiti Disiksa Sebelum Dibunuh, Lengan dan Kaki Patah

Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah Arab Saudi berencana menerbitkan lebih dari 30 lisensi eksplorasi pertambangan kepada investor asing pada tahun ini. Sumber daya mineral yang menjadi target eksplorasi meliputi emas, tembaga, fosfat, hingga unsur logam tanah jarang.

Mineral-mineral tersebut memiliki peran krusial dalam pengembangan teknologi energi terbarukan dan industri rendah karbon. Permintaan global terhadap tembaga, misalnya, diproyeksikan hampir dua kali lipat menjadi 49 juta ton metrik pada 2035, seiring percepatan transisi energi dunia.

Sejalan dengan Visi 2030

Pengembangan sektor pertambangan ini sejalan dengan Agenda Visi 2030, yang menjadi peta jalan Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor minyak. Pemerintah menargetkan kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat hingga empat kali lipat pada 2030.

Kontrak-kontrak pertambangan baru diharapkan membuka sumber pendapatan alternatif, sekaligus memperkuat posisi Arab Saudi dalam rantai pasok mineral global.

BACA JUGA:  Terungkap! Teka-teki Lokasi Jack Ma Selama Menghilang

Arab Saudi di Tengah Perebutan Mineral Kritis Dunia

Saat ini, persaingan global untuk menguasai mineral kritis kian memanas, terutama antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia. Dalam konteks ini, Arab Saudi—yang selama ini dikenal sebagai raksasa energi fosil—mulai menarik perhatian sebagai pemain potensial baru di sektor mineral strategis.

Konferensi pertambangan internasional yang digelar di Riyadh pekan ini menjadi bukti meningkatnya minat global. Acara tersebut dihadiri pejabat pemerintah dan eksekutif perusahaan tambang terkemuka dari berbagai negara.

Arab Saudi pun berambisi memosisikan diri sebagai pusat kawasan pertambangan super yang membentang dari Asia Tengah, Timur Tengah, hingga Afrika—wilayah yang diperkirakan menyimpan sekitar sepertiga sumber daya alam dunia, termasuk mineral-mineral kritis masa depan.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Dari Marseille ke Rotterdam, BP Batam Amankan Peluang Investasi Maritim
AirFish Segera Layani Singapura–Batam, Transportasi Super Cepat Ini Ditargetkan Beroperasi Paruh Kedua 2026
Arab Saudi Tetapkan Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadan 1447 H
Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim
Singapura Bentuk Badan Antariksa Nasional NSAS, Siap Beroperasi April
Batam Siap Jadi Pusat Eksekusi Industri Global, BP Batam Perluas Jaringan Investasi di Singapura
133 WNI Dideportasi dari Malaysia, KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan ke Batam
Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 11:15 WIB

Dari Marseille ke Rotterdam, BP Batam Amankan Peluang Investasi Maritim

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:29 WIB

AirFish Segera Layani Singapura–Batam, Transportasi Super Cepat Ini Ditargetkan Beroperasi Paruh Kedua 2026

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:08 WIB

Arab Saudi Tetapkan Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadan 1447 H

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:25 WIB

Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:35 WIB

Singapura Bentuk Badan Antariksa Nasional NSAS, Siap Beroperasi April

Berita Terbaru