Singapura Bentuk Badan Antariksa Nasional NSAS, Siap Beroperasi April

- Publisher

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Singapura resmi mengumumkan pembentukan Badan Antariksa Nasional atau National Space Agency of Singapore (NSAS) yang akan mulai beroperasi pada 1 April mendatang. Langkah strategis ini menandai babak baru ambisi Singapura dalam memperkuat peran dan pengaruhnya di sektor ekonomi antariksa global.

Pembentukan NSAS diumumkan langsung oleh Menteri Energi serta Sains dan Teknologi Singapura, Tan See Leng, dalam ajang Space Summit. Pemerintah menilai sektor antariksa kini berkembang pesat dan memiliki dampak langsung terhadap kepentingan nasional maupun regional.

Mengutip laporan Channel NewsAsia (CNA), Tan See Leng menjelaskan bahwa NSAS dibentuk untuk memastikan Singapura mampu memaksimalkan pemanfaatan teknologi antariksa secara aman, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi tinggi, di tengah semakin padatnya aktivitas luar angkasa.

BACA JUGA:  Indonesia dan Singapura Terapkan Reciprocal Green Lane di Masa Pandemi

50 Tahun Pengalaman, Masuk Fase Baru

Tan See Leng mengungkapkan bahwa Singapura sejatinya telah terlibat dalam pengembangan teknologi antariksa selama lebih dari lima dekade. Namun, dengan meningkatnya kompleksitas dan peluang sektor ini, pemerintah menilai diperlukan satu lembaga khusus yang mampu mengoordinasikan seluruh kebijakan dan strategi antariksa secara terpusat.

“NSAS akan memastikan potensi teknologi antariksa dimanfaatkan secara optimal, sekaligus menjaga keselamatan dan keberlanjutan aktivitas luar angkasa,” ujarnya.

Satelit, Data Geospasial, hingga Ketahanan Pangan

Saat ini, Singapura telah mengoperasikan tiga satelit pengamatan Bumi bekerja sama dengan ST Engineering. Ke depan, pemerintah berencana membangun pusat operasi lintas lembaga untuk mendukung penugasan satelit dan pengolahan data geospasial.

Data tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai sektor strategis, mulai dari pelabuhan dan logistik, perencanaan kota, pemantauan lingkungan, hingga ketahanan pangan.

BACA JUGA:  Gara-gara Indonesia, Singapura Bisa Gelap Gulita

Tak hanya itu, Singapura juga tengah menyiapkan pengembangan konstelasi satelit baru, khususnya untuk mendukung kebutuhan nasional dan kawasan Sabuk Khatulistiwa, memanfaatkan posisi geografisnya yang dinilai sangat strategis.

Regulasi Ramah Inovasi, Fokus Keberlanjutan

Selain pengembangan teknologi, NSAS juga akan bertanggung jawab menyusun regulasi dan kerangka hukum sektor antariksa. Regulasi ini dirancang agar ramah inovasi dan dunia usaha, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan antariksa.

Pemerintah Singapura menilai keseimbangan antara pertumbuhan industri dan tata kelola yang kuat menjadi kunci dalam persaingan ekonomi antariksa global.

Investasi Ratusan Juta Dolar Singapura

Sejak 2022, pemerintah Singapura telah mengalokasikan lebih dari 200 juta dolar Singapura untuk riset dan pengembangan teknologi antariksa. Investasi ini difokuskan pada berbagai bidang strategis, seperti teknologi iklim, pemantauan karbon berbasis satelit, keberlanjutan antariksa, serta riset mikrogravitasi untuk sektor kesehatan.

BACA JUGA:  Singapura Hentikan Perhitungan Kasus COVID-19

Langkah ini menegaskan keseriusan Singapura menjadikan antariksa sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi masa depan.

Dipimpin Eks Wakil CEO DSO

NSAS nantinya akan dipimpin oleh Ngiam Le Na, yang saat ini menjabat sebagai Wakil CEO DSO National Laboratories. Pemerintah berharap, di bawah kepemimpinannya, NSAS mampu memperkuat kerja sama internasional dan mengukuhkan Singapura sebagai pusat layanan antariksa di kawasan Asia-Pasifik.

Dengan pembentukan NSAS, Singapura resmi masuk ke fase baru dalam perlombaan teknologi antariksa bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pemain strategis regional dan global.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang
Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun
Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya
Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:51 WIB

BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:33 WIB

AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya

Senin, 27 Juli 2026 - 07:45 WIB

Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?

Berita Terbaru