Senin, 1 Maret 2021
log
Ikuti Kami di :
26 Jan 2021
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Apa jadinya jika tiba-tiba sanak saudara yang dinyatakan meninggal karena covid-19 tiba-tiba pulang ke rumah. Tentu itu menjadi hal yang bikin kaget sekaligus ngeri.

Hal itulah yang terjadi pada seorang wanita asal Spanyol. Lansia berusia 85 tahun bernama Rogelia Blanco ini bikin heboh. Pasalnya, ia diyakini pihak keluarga telah ‘berpulang’ karena terjangkit covid-19.

Ternyata kabar meninggalnya Rogelia merupakan salah paham belaka. Karena tiba-tiba setelah dinyatakan satu minggu meninggal dunia, Rogelia kembali ke rumah jompo tempat ia bernaung sejak menginjak usia lansia.

Padahal pihak keluarga sudah sempat melihat oeti jenazah Rogelia dikebumikan, namun tidak ada yang tahu apa dan siapa orang yang ada di dalam sana.

Dilansir laman Reuter Senin 25 Januari 2021. Kesalahan ini terjadi akibat protokol negara Spanyol yang melarang jenazah pasien covid-19 ‘dilihat’, karena jenazah harus lewat metode pemakaman khusus.

Kisah ini bermula saat keluarga Rogelia Blanco diberitahu bahwa pensiunan itu meninggal karena Covid-19 pada 13 Januari lalu dan pemakaman dilakukan keesokan harinya.

Karena protokol kesehatan virus corona, mereka tidak dapat hadir saat pemakaman. Hanya segelintir keluarga dekat yang ada di sana tanpa boleh melihat jenazah untuk terakhir kalinya.

Laman surat kabar La Voz de Galicia melaporkan, ketika 9 hari kemudian Rogelia Blanco tiba dengan kondisi bugar dan sehat kembali ke rumah jompo di Xove, Spanyol utara, pada hari Sabtu 23 Januari 2021, sungguh mengaggetkan. Bahkan sang suami yang ikut tinggal di sana menangis hingga tersedu.

“Saya tidak bisa mempercayainya. Saya menangis, setelah istri saya meninggal karena covid-19,” kata sang suami, Ramón Blanco.

Namun ia sangat kaget ketika mengetahui yang meninggal bukan lah isterinya melainkan teman sekamar isterinya saat menjalani perawatan Covid-19.

Surat kabar itu mengutip Yayasan San Rosendo Foundation, yang menjalankan rumah jompo itu, mengatakan terjadi kesalahan ketika Rogelia Blanco dan penghuni plain yang dinyatakan positif Covid-19 dipindahkan ke rumah perawatan lain pada 29 Desember untuk menjalani perawatan khusus.

“Di antara orang-orang lanjut usia yang dipindahkan ada dua wanita yang ditempatkan di ruangan yang sama,” kata pihak Yayasan, seperti dikutip media La Voz de Galicia.

Mereka dipindahkan ke residensi Os Gozos di Pereiro de Aguiar, 223 km (139 mil) dari Xove.

“Kesalahan identifikasi selama proses perpindahan dari Xove ke Pereiro de Aguiar menyebabkan ada satu orang dinyatakan meninggal pada 13 Januari lalu, tetapi identitasnya salah, “jelas pihak Yayasan.

Yayasan menyatakan penyesalannya atas “insiden malang itu”, kata surat kabar itu, mengutip pernyataan Yayasan itu.

“Ini adalah pertama kali, di antara lebih dari 100 yang dipindahkan sejak Desember lalu ke Os Gozos.”

“Atas kesalahan tersebut, pengadilan telah diberitahu untuk memperbaiki kesalahan atas kematian Blanco,” ujarnya. (RWH/Hops)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x