INIKEPRI.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah mengkaji pembukaan lintasan kapal Roll-on/Roll-off (RoRo) yang menghubungkan Tanjungpinang dan Batam secara langsung.
Rencana tersebut digagas untuk mempermudah mobilitas penumpang dan distribusi barang antara dua kota terbesar di Provinsi Kepri, sekaligus memangkas waktu tempuh masyarakat yang selama ini harus melalui Pelabuhan Tanjung Uban di Kabupaten Bintan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Junaidi, mengatakan wacana ini muncul sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang lebih efisien.
“Selama ini warga Tanjungpinang yang hendak menuju Batam harus menempuh perjalanan darat sekitar satu jam ke Tanjung Uban sebelum naik RoRo menuju Pelabuhan Punggur. Jika jalur langsung ini dibuka, masyarakat tentu akan jauh lebih mudah,” ujar Junaidi di Tanjungpinang, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, Dishub Kepri saat ini masih berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry dan Balai Pengelola Transportasi Darat untuk menelaah kesiapan armada serta aspek teknis operasional.
Junaidi menjelaskan, kapal yang akan digunakan harus disesuaikan dengan kondisi Pelabuhan RoRo Dompak, jarak lintasan, serta kepadatan lalu lintas kapal di perairan sekitar Pulau Dompak.
“Jenis kapal yang dibutuhkan diperkirakan setara dengan KMP Kundur, dengan kapasitas sekitar 500 hingga 600 gross ton,” katanya.
Selain faktor teknis, pemerintah juga mempertimbangkan aspek ekonomi dan potensi tingkat keterisian penumpang agar rute tersebut dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Pemprov Kepri juga membuka peluang bagi investor swasta yang berminat mengoperasikan lintasan tersebut.
“Kalau ada pihak swasta yang tertarik, tentu kami sangat terbuka,” ujar Junaidi.
Ia berharap kajian ini dapat segera menghasilkan keputusan positif sehingga masyarakat tidak lagi harus memutar melalui Tanjung Uban untuk menuju Batam.
Jika rute ini terealisasi, konektivitas antara Tanjungpinang dan Batam diperkirakan akan semakin lancar dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, serta sektor pariwisata di Kepulauan Riau.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















