Geger! Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo, Sebut Rupiah Bisa Tembus Rp22.000

- Publisher

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Ketua Dewan Penasihat Kadin Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan saat pembukaan Rapimnas Kadin di Jakarta. Foto; Istimewa

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Ketua Dewan Penasihat Kadin Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan saat pembukaan Rapimnas Kadin di Jakarta. Foto; Istimewa

INIKEPRI.COM – Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, memperingatkan potensi pelemahan rupiah hingga menembus Rp22.000 per dolar Amerika Serikat (AS) apabila tekanan terhadap pasar modal Indonesia tidak segera diatasi.

Hashim menilai sentimen negatif dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), terutama terkait persoalan transparansi dan praktik manipulasi harga saham, berpotensi memicu keluarnya investasi asing dari pasar saham Indonesia.

Peringatan itu disampaikan Hashim dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Ia mengungkapkan telah menerima mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk membantu mengantisipasi risiko penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI menjadi stand-alone market.

Menurut Hashim, salah satu persoalan yang menjadi perhatian investor global adalah praktik saham gorengan, yakni tindakan yang dapat membuat harga saham bergerak tidak wajar akibat manipulasi pasar.

BACA JUGA:  Sempat Viral dan Membingungkan, Ditjen Dukcapil Luruskan Isu Larangan Fotokopi e-KTP

Ia menyoroti saham-saham dengan porsi kepemilikan publik atau free float yang terbatas, tetapi memiliki rasio harga terhadap laba bersih (price to earnings ratio atau PER) sangat tinggi.

Hashim menilai kondisi tersebut dapat menggerus kepercayaan investor terhadap kualitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia.

“Ini masalah sangat-sangat serius, karena kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham kita, rupiah bisa semakin lemah. Saya sudah hitung bisa jadi Rp20.000 sampai Rp21.000, bahkan ada yang bilang Rp22.000 [per dolar AS],” ujar Hashim.

Pelemahan Rupiah Bisa Membebani Utang Luar Negeri

Hashim mengingatkan, apabila rupiah mengalami pelemahan sedalam itu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh investor pasar modal. Beban pembayaran kewajiban luar negeri Indonesia juga berpotensi meningkat karena membutuhkan lebih banyak rupiah untuk memenuhi pembayaran dalam valuta asing.

BACA JUGA:  Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia

Situasi tersebut, menurut dia, dapat menambah tekanan terhadap perekonomian nasional apabila tidak diantisipasi dengan langkah yang tepat.

Selain risiko ekonomi, Hashim menilai persoalan di pasar modal juga berpotensi berkembang menjadi persoalan politik.

Ia menyinggung jumlah masyarakat Indonesia yang memiliki rekening efek mencapai sekitar 32,7 juta orang. Penurunan nilai portofolio saham dapat memicu kekecewaan di kalangan investor ritel apabila mereka mengalami kerugian.

Karena itu, Hashim meminta para pelaku pasar, termasuk kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kadin, menghentikan praktik manipulasi harga saham.

Pemerintah Diingatkan Bertindak Tegas

Hashim menegaskan pemerintah perlu mengambil langkah serius untuk memperbaiki kualitas pasar modal dan menindak praktik yang merusak kepercayaan investor.

Ia mencontohkan tindakan otoritas di Turkiye yang, menurut pernyataannya, menangkap 94 pelaku pasar modal terkait kasus manipulasi serupa.

BACA JUGA:  Bilah Terakhir Sayap Garuda Kantor Presiden di IKN Selesai Dipasang

“Mohon dengan sangat, praktik goreng-gorengan segera dihentikan, karena pemerintah sudah akan berkehendak untuk tindak tegas,” kata Hashim.

Peringatan tersebut menempatkan persoalan integritas pasar modal sebagai salah satu isu penting yang perlu diperhatikan. Kepercayaan investor, keterbukaan informasi emiten, serta pengawasan terhadap transaksi saham menjadi faktor yang dapat memengaruhi persepsi investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Meski demikian, angka Rp22.000 per dolar AS yang disampaikan Hashim merupakan peringatan mengenai potensi risiko, bukan kepastian bahwa nilai tukar rupiah akan mencapai level tersebut.

Perkembangan rupiah selanjutnya akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk arus modal asing, kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, serta respons otoritas dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kena PHK? Pekerja Bisa Ajukan Bansos Online, Ini Syarat dan Caranya
Pindah Jalur Afirmasi ke Domisili saat SPMB, Ini Syarat dan Prosedurnya
Mau Ikut Magang Nasional 2026? Ini Jadwal Pendaftaran dan Pengumuman Hasilnya
BAZNAS Buka 4 Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syarat dan Cara Daftar
Mau Tambah Nama di Kartu Keluargan karena Kelahiran atau Nikah? Simak Syarat dan Cara Mengurusnya
Tak Perlu ke Kantor Dukcapil, Begini Cara Cetak KK Sendiri dari Rumah
Pindah KK ke Luar Kota Tak Perlu Surat RT/RW, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Geger! Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo, Sebut Rupiah Bisa Tembus Rp22.000

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:16 WIB

Kena PHK? Pekerja Bisa Ajukan Bansos Online, Ini Syarat dan Caranya

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Pindah Jalur Afirmasi ke Domisili saat SPMB, Ini Syarat dan Prosedurnya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Mau Ikut Magang Nasional 2026? Ini Jadwal Pendaftaran dan Pengumuman Hasilnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:00 WIB

BAZNAS Buka 4 Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syarat dan Cara Daftar

Berita Terbaru

Jalan Vista Hotel kembali bisa dilalui oleh kendaraan. Foto: BP Batam

Batam

Jalan Tanjakan Vista Dibuka, Rampung Lebih Awal

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:00 WIB