Lagi! KKP Tangkap Dua Kapal Asing Pencuri Ikan di Natuna Utara

- Publisher

Sabtu, 22 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Natuna, inikepri.com – Dua Kapal Ikan Asing (KIA) Ilegal berbendera Vietnam yang melakukan pencurian ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711 Laut Natuna Utara, tak berkutik saat disergap oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03 pada Kamis (20/8).

Nyaris tanpa perlawanan, Awak Kapal Pengawas KP. Hiu 03 yang dinakhodai oleh Ardiansyah Pamuji berhasil melumpuhkan kapal yang diduga melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan alat tangkap pair trawl tersebut.

“Dua KIA kembali diamankan di Laut Natuna Utara”, ungkap Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu do Jakarta, Sabtu (22/8).

Sedikit berbeda dengan penangkapan-penangkapan sebelumnya yang selalu diwarnai aksi kejar-kejaran dan perlawanan terhadap aparat Indonesia. Penangkapan kali ini berlangsung relatif tanpa perlawanan. Kedua kapal tersebut tak berbuat banyak ketika diciduk oleh Awak Kapal Pengawas KKP.

BACA JUGA:  KKP Ajukan Revisi Indeks Tarif PNBP Pascaproduksi

“Alhamdulillah, proses penangkapan relatif tanpa perlawanan”, ujar pria yang biasa disapa Tebe ini.

Tebe membeberkan bahwa operasi yang dilakukan kapal pengawas berhasil melumpuhkan KM. TG 9481 TS/100 GT pada koordinat 03° 33,381′ LU – 105° 04,465′ BT. Kapal tersebut dinakhodai oleh Lam Van Tung dan diawaki oleh 17 anak buah kapal berkewarganegaraan Vietnam. Pada posisi yang berdekatan juga berhasil diamankan KM. TG 9437 TS/90 GT pada 03° 32,826′ LU – 105° 05,204′ BT. Kapal kedua dinakhodai oleh Lam Van Toan dan diawaki oleh 5 (lima) orang ABK berkebangsaan Vietnam. Kedua kapal tersebut saat ini sedang dalam proses ad hoc ke Pangkalan PSDKP Batam untuk proses hukum lebih lanjut.

BACA JUGA:  'Blusukan' ke Kompleks Perkantoran Bukit Arai, Cen Sui Lan Akui Banyak Gedung Pemkab Natuna Butuh Renovasi, Tapi Anggaran Terbatas

“Saat ini dalam perjalanan ke Pangkalan PSDKP Batam untuk menjalani pemeriksaan lanjutan”, tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono meyakini bahwa aksi menyerah tanpa perlawanan yang ditunjukan oleh kedua KIA berbendera Vietnam kali ini merupakan bukti bahwa kegigihan awak kapal pengawas perikanan selama ini telah berhasil menciptkan efek gentar kepada para pelaku illegal fishing.

“Awak Kapal Pengawas kita sangat gigih, cekatan dan pantang menyerah. Itu yang saat ini kami yakin telah menimbulkan efek gentar bagi para pencuri ikan,” ujar Direktur yang kerap disapa Ipunk ini.

Lebih lanjut Ipunk meminta jajarannya untuk tetap waspada dalam melaksanakan operasi di lapangan. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya sempat terjadi konfrontasi di Laut Natuna Utara ketika aparat Negara Malaysia melakukan penembakan terhadap nelayan Vietnam yang melawan dengan menabrakkan kapal dan melempar bom molotov ke kapal aparat Malaysia.

BACA JUGA:  DPR RI Paparkan Urgensi Pemekaran Wilayah Kepulauan Natuna-Anambas dalam Diskusi Publik

“Tentu insiden yang terjadi tersebut menjadi perhatian bagi kita semua untuk semakin waspada,” jelas Pung.

Penangkapan KM. TG 9481 TS dan KM. TG 9437 TS ini menambah panjang daftar pelaku illegal fishing yang telah dilumpuhkan oleh Kapal Pengawas Perikanan KKP selama periode kepemimpinan Edhy Prabowo. Total sebanyak 54 KIA ilegal telah diciduk yang terdiri dari 27 KIA berbendera Vietnam, 14 KIA berbendera Filipina, 12 KIA berbendera Malaysia dan 1 KIA berbendera Taiwan.

Berita Terkait

ANRC Soroti Kemiskinan Ekstrem di Natuna, Bagi Hasil Migas Dinilai Belum Berkeadilan
“Urusan Perut Enggak Ada Toleransi”, Cen Sui Lan Bahas Pasokan Pangan Natuna ke Mendag
Dari Gowes ke Aksi Sosial, H. Raja Mustakim Dengarkan Keluhan Nelayan Sungai Ulu
Demi Lindungi Anak-anak, Bupati Cen Sui Lan Perpanjang BDR Natuna hingga 12 September
Tak Mau Kecolongan, Bupati Cen Sui Lan Perkuat Posko Karhutla dan Siagakan Damkar 24 Jam
Kabut Asap Memburuk, Seluruh Sekolah Natuna Belajar dari Rumah Mulai Hari Ini, Bupati Cen: “Kasihan Anak-anak”
Penutupan HUT RI di Air Tawak, Raja Mustakim Turun Bertanding dan Bawa Semangat Kebersamaan
KPDN Tak Sekadar Bagi Sembako, 37 Petugas Kebersihan Natuna Diajak Sarapan dan Curhat
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:25 WIB

ANRC Soroti Kemiskinan Ekstrem di Natuna, Bagi Hasil Migas Dinilai Belum Berkeadilan

Selasa, 15 September 2026 - 07:00 WIB

“Urusan Perut Enggak Ada Toleransi”, Cen Sui Lan Bahas Pasokan Pangan Natuna ke Mendag

Senin, 14 September 2026 - 10:43 WIB

Dari Gowes ke Aksi Sosial, H. Raja Mustakim Dengarkan Keluhan Nelayan Sungai Ulu

Kamis, 10 September 2026 - 08:36 WIB

Demi Lindungi Anak-anak, Bupati Cen Sui Lan Perpanjang BDR Natuna hingga 12 September

Selasa, 8 September 2026 - 10:11 WIB

Tak Mau Kecolongan, Bupati Cen Sui Lan Perkuat Posko Karhutla dan Siagakan Damkar 24 Jam

Berita Terbaru