Kondom Populer Jadi Alat Kontrasepsi, Diambil dari Nama Penemunya

- Publisher

Minggu, 17 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustari (ist)

Ilustari (ist)

INIKEPRI.COM – Kondom sepertinya bukan lagi sesuatu yang asing bagi orang dewasa. Alat pelindung yang bernama lain jaswadi ini tidak hanya untuk mencegah kehamilan, namun juga sebagai pencegah penularan penyakit kelamin.

Dahulu kondom punya banyak nama yang aneh, misalnya love sock (sarung cinta), jimmy hat, dan d*ck-sock. Namun, sampai sekarang masih belum jelas dari mana kata “kondom” berasal.

Ada yang menduga kata itu berasal dari sebuah kota bernama Condom yang terletak di provinsi Gascony, sebelah barat daya Perancis. Para pria dari kota Condom ini terkenal dengan sifatnya yang menyukai seks, kurang sabar, dan gampang marah.

Pendapat lain mengatakan, kata kondom diambil dari nama Dr Condom, seorang dokter asal Inggris yang bergelar Pangeran. Pada pertengahan tahun 1600, ia yang mula-mula mengenalkan corong untuk menutupi penis yang melindungi King Charles II dari penularan penyakit kelamin.

BACA JUGA:  Waspada Gelombang Panas, Minum Es Dapat Sebabkan Pembuluh Darah Pecah

Kondom sudah dikenal sejak berabad-abad lalu. Dahulu para pria di Mesir kuno telah menggunakan kulit tipis yang terbuat dari kandung kemih binatang sebagai pembungkus penis ketika sedang berhubungan seksual.

Sejarah awal mengenai kondom dimulai pada 1.000 SM di Mesir Kuno, yang kemudian disusul lagi pada tahun 1.400 di Tiongkok dan Jepang menggunakan glans kondom yang berfungsi menutupi kepala penis untuk mengontrol kelahiran dan mencegah infeksi.

Di Tiongkok, kondom terbuat dari usus Domba atau kertas sutra yang diminyaki, sementara di Jepang dari kulit kura-kura atau tanduk binatang.

BACA JUGA:  Air Kelapa Bisa Menghilangkan Efek Samping Vaksin COVID-19, Benarkah?

Selanjutnya pada tahun tahun 1.500-an, ahli anatomi dan dokter dari Italia, Gabriello Fallopio pertama kali menjelaskan dua tabung pipih yang membawa sel telur dari ovarium ke uterus. Pria yang dikenal sebagai “bapak kondom” ini juga menerbitkan buku De Morbo Gallico. Isinya mendeskripsikan penggunaan kondom untuk pencegahan penyakit sifilis.

Gabriello Fallopio

Kondom yang terbuat dari linen ini berukuran pas (fit) di bagian penis dan melindungi permukaan kulit. Penemuannya ini diuji coba pada 1000 pria dan sukses.

Tahun 1839 Inilah saatnya mengucapkan selamat tinggal pada usus binatang yang berlendir atau cangkang kura-kura. Di masa ini, Charles Goodyear, pendiri perusahaan ban Goodyear menemukan cara membuat kondom dalam jumlah besar. Sejak saat inilah kondom karet ini mulai dikenal. Namun sayangnya, kondom ini memiliki bau karet yang cukup mengganggu.

BACA JUGA:  Jangan Kaget! Ini Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Bangun Siang

Tahun 1912 Setelah kondom karet berkembang, Julius Fromm dari Polandia memodifikasi dan menyempurnakan kondom tersebut. Dia menciptakan cetakan kaca yang menyerupai penis. Cetakan ini dicelupkan ke dalam larutan karet latex yang kemudian dipanaskan dalam oven. Hasilnya, kondom latex seperti yang banyak ditemui saat ini.

Tahun 2014 Kondom modern sekarang ini sebenarnya memiliki bahan yang hampir sama, yaitu karet atau latex. Namun kini banyak pilihan rasa, warna, bahkan tekstur. Ada kondom yang licin mulus atau bergerigi. (ER/Minews)

Berita Terkait

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Berita Terbaru